Kriminal

3 Tewas, Sopir Tangki Dituntut 3 Bulan

PALOPO — Lakalantas yang menyebabkan hilangkan tiga nyawa, bapak, ibu, dan anak, membuat sopir tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina dituntut oleh penuntut umum selama 3 bulan plus denda Rp100 juta.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan terdakwa Abdul Rahman alias Mappa (41) yang digelar di ruang sidang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Senin 13 Januari 2020.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, Gerei Sambine SH MH yang berwenang memberikan tuntutan menyebutkan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah yang atas kelalaiannya dalam menggunakan kendaraan mengakibatkan terjadinya kecelakaan sehingga membuat korban yakni Aprietno Maripadang bersama anak dan istrinya yakni, Queensyvaleria Maripadang dan Fenny Alik meninggal dunia.

“Dengan berdasarkan pasal 310 ayat (4) Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan pertimbangan fakta-fakta persidangan, oleh karena itu, menjatuhi hukuman penjara kepada terdakwa selama 3 bulan dan denda Rp100 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan hukuman penjara selama 1 bulan,” kata Gerei.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Abdul Rahman alias Mappa mengakui kelalaiannya saat mengendarai mobil tangki Hino DD 8887 XA yang memuat solar 16.000 liter dan premium 8.000 liter yang mengakibatkan sekeluarga tewas di tempat kejadian saat mengendarai sepeda motor Honda Vario DP 2652 UC di Jl Ahmad Razak, 23 Juli 2019 lalu.

Terdakwa yang sebelumnya telah berdamai dengan keluarga korban dan telah membiayai pemakaman korban sebesar Rp50 juta kembali akan mengikuti persidangannya, Senin 20 Januari 2020 mendatang dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai, Raden Nurhayati SH MH dengan hakim anggota masing-masing, Arief Winarso SH dan Mahir Sikki ZA SH didampingi panitera pengganti, Arifuddin SH. (ali/him)



Click to comment

Most Popular

To Top
.