Ekonomi

BNI Akhir Januari, BRI Secepatnya

*Akad Kredit FLPP 2020

PALOPO—Perumahan bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk periode 2020 ini telah dinanti-nantikan. Baik Developer terlebih calon user. Dua Bank yang selama ini turut menyalurkan kredit itu menyebutkan akan memaksimalkan penyalurannya dan dilakukan lebih cepat.

Diketahui baik pengembang maupun calon user telah menantikan kuota rumah bersubsidi sejak Agustus 2019 lalu. Dimana pada saat itu kuota telah habis sementara pembangunan rumah bersubsidi oleh pengembang kian gencar-gencarnya dilakukan. Alhasil, pembangunan jadi, namun calon user tak kunjung akad lantaran kuota tersebut.

Dua bank yang berhasil di konfirmasi Palopo Pos, Kamis, 16 Januari 2020 yakni Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Palopo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur FLPP masing masing menyebutkan akan lebih cepat melakukan proses akad lantaran kuota sudah ada.

Pihak BNI melalui Kepala Penyelia Pemasaran Consumer Retail BNI Palopo, Sri Harti mengatakan BNI akan melakukan proses akad kredit pada Akhir bulan ini. “Untuk wilayah makassar ada kuota 1190, jika tak ada halangan, kita mulai akad kredit di akhir bulan Januari,” sebutnya. Ia menyebutkan di awal awal ini 150 jumlah kuota akan segera dihabiskan sampai batas waktu bulan enam dan selanjutnya melakukan meminta penambahan ke Kanwil mereka jika masih dibutuhkan.

Sampai saat ini mereka telah merampungkan berkas untuk segera melaksanakan akad kredit. Baik yang sudah menunggu sejak tahun lalu maupun yang terbaru.”Saat ini ada 100 calon user yang sudah siap, kita harap bisa maksimal sesuai dengan kuota yang disiapkan agar segera dilakukan kembali penambahan,”katanya.

Tak jauh berbeda dengan BNI Palopo, Bank Rakyat Indonesia melalui Manajer Pemasaran Bank BRI Kanca Palopo, Eko Mandala Saputra saat dikonfirmasi kemarin menyebutkan BRI akan melakukan akad secepatnya. “Kuotanya sudah ada dan belum dibatasi dari Kantor Wilayah,”kata Eko tanpa menyebut jumlah kuota. Namun terkait kapan mulai dilakukan akad, Eko menyebutkan siapa yang paling cepat melengkapi berkas dan dianggap layak langsung melakukan akad kredit.

“Akadnya (kredit) itu tidak terjadwal, kita juga masih pengumpulan berkas, dan siapa yang lengkap berkasnya dan dianggap layak yah tinggal akad,” sebutnya. Ia mengungkapkan sejauh ini para calon user telah melengkapi berkas dan syarat melengkapi administrasinya. “Akad kredit akan dimulai kapan saja tergantung kesiapan calon user,” tandas Eko.

BTN KCP Palopo yang memiliki kuota lebih beberapa waktu lalu juga menyebutkan akan melakukan akad kredit lebih cepat. Disebutkan mantan Husain, saat masih menjabat Kepala BTN KCP Palopo, akan melakukan pada pertengahan Januari ini. Hanya saja sampai sejauh ini belum ada kepastian. Namun disebutkan sejumlah pengembang, pengurusan berkas oleh para calon user telah dilakukan.

Diketahui, pada 2019 lalu Pemerintah mengalokasikan anggaran penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP senilai Rp7,58 triliun dari DIPA untuk 74.068 unit rumah. Tercatat, hingga per 17 Desember 2019 realisasi FLPP telah mencapai 104,6% dengan nilai Rp7,5 triliun yang setara dengan 77.472 unit rumah. Sehingga total penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010 hingga 17 Desember 2019 adalah Rp44,329 triliun untuk 655.239 unit rumah.

Di tahun 2020 ini dialokasikan anggaran penyaluran dana FLPP sebesar Rp 11 triliun terdiri dari Rp 9 triliun dari DIPA dan Rp 2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah. Nilai ini meningkat 38% dari target yang ditetapkan.(ald)



Click to comment

Most Popular

To Top