Utama

Luwu Raya Waspada Virus Corona

* Dinkes Bentuk Tim Surveilans

PALOPO — Virus Corona kini sungguh meresahkan masyarakat dunia. Virus diduga berasal dari Kota Wuhan, China, dan telah menyebar banyak negara. Luwu Raya turut waspada dengan penyebaran virus yang bersumber dari binatang liar ini.

Mulai dari tetangga China seperti Korea, Jepang, hingga negara-negara Asia Tenggara macam Singapura dan Vietnam ikut mendapati suspect virus Corona. Tercatat sudah 13 negara mengaku terkontaminasi.
Cepat sekali virus ini menyebar dari manusia ke manusia. Hingga hari ini, total ditemukan lebih dari 881 kasus dengan korban jiwa mencapai 25 jiwa.

Diduga kuat virus Corona ini berasal dari kelelawar yang jamak dikonsumsi warga di Wuhan. Menu sup kelelawar, dan ular jadi menu yang digemari oleh warga setempat.

Meski virus ini belum terdeteksi di Sulawesi Selatan, namun kewaspadaan sangat perlu ditingkatkan.
Seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palopo dengan mengantisipasi virus Corona.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Taufiq M.Kes, masyarakat yang mengeluhkan penyakit pernapasan diimbau segera melapor dan konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama bagi mereka yang baru pulang dari luar negeri.

“Umumnya yang menjadi pembeda mungkin perlu diwaspadai bagi mereka yang baru berpergian dari luar negeri. Karena virus ini bisa terjangkit ketika baru pulang dari daerah terjangkit,” kata Taufiq yang juga Asisten II Pemkot Palopo kepada Palopo Pos, Ahad 25 Januari 2020.

Taufiq menjelaskan, meskipun virus corona belum ada di Kota Palopo, namun Dinas Kesehatan perlu melakukan kewaspadaan dini dengan melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, menyiagakan seluruh RS dan Puskesmas.

”Sosialisasi ini tentang upaya preventif atau pencegahan terhadap virus tersebut dengan langkah meningkatkan upaya hidup sehat dan bersih seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat bepergian, tidak menyentuh mata, mulut, bibir dan tangan, mengganti dan mencuci pakaian yang telah digunakan keluar rumah,” jelasnya.

Dan paling penting, sebutnya ketika mendapat kan gejala seperti demam, batuk, sesak berat dan gejala influensa lainnya, agar cepat diperiksakan ke tempat pelayanan kesehatan.

”Terkhusus bagi warga Kota Palopo yang baru saja pulang bepergian dari daerah endemik negara Cina agar memeriksakan kesehatannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel telah mengeluarkan edaran kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk memastikan semua Puskesmas dan RS agar membentuk tim surveilans rumah sakit (untuk antisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB). Melakukan upaya komunikasi risiko dan edukasi kepada seluruh masyarakat.

“Jika dua minggu setelahnya muncul gejala demam, batuk dan pilek bisa langsung melapor,” lanjut dia.
Taufiq menyatakan fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di Kota Palopo telah siap sedia menerima masyarakat yang mengalami keluhan infeksi pernapasan.

Ia juga meminta masyarakat menjaga pola hidup bersih dan memperhatikan nutrisi makanan agar ketahanan tubuh kuat. Kemudian, ia mengingatkan agar masyarakat memiliki etika ketika bersin.

“Kalau bersin ditutup dan jangan diarahkan ke orang. Itu harus ada etikanya ditutup ketika bersin,” imbau dia kemarin.
Hal yang sama juga dilakukan pihak RSUD I Lagaligo Luwu Timur.
Luwu Timur yang dekat dengan aktivitas tambang dengan pekerjanya banyak dari China, sekira 3.000-an berada di Kabupaten Morowali, Sulteng.

Pihak RSUD I Lagaligo dalam mengantisipasi penanganan virus corona adalah menyiapkan ruangan isolasi dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan serta mempersiapkan rujukan bagi pasien yang diduga terinfeksi virus korona.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk deteksi dini virus corona pada manusia adalah dengan melihat gejala pasien yang masuk ke rumah sakit seperti kesulitan bernapas, demam, batuk, dan flu.

“Untuk mengantisipasi dan penanganan virus Corona kita telah menyiapkan ruang isolasi dan APD, untuk deteksi dini virus Corona, kita melihat gejala pasien yang masuk ke rumah sakit, sementara untuk rujukan rumah sakit di sulawesi selatan dipersiapkan pemerintah adalah rumah sakit Wahidin Sudirohusodo” Ucap Dirut RSUD I Lagaligo (dr. Benny).

Rumah sakit rujukan yang dipersiapkan pemerintah untuk rujukan pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Sulawesi Selatan adalah rumah sakit Wahidin Sudirohusodo.

Pihak RSUD I Lagaligo juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini pasien yang masuk ke RSUD I Lagaligo belum ada yang diduga terinveksi virus Corona.

Sulsel

Untuk mencegah terjangkitnya masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Kesehatan Sulsel segera melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan ketat di bandara maupun pelabuhan. Kedua tempat itu dianggap menjadi pintu utama masuknya virus tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan sejauh ini belum ada warga di Sulsel yang terdeteksi terkena virus corona yang banyak terdeteksi di Wuhan, China. Olehnya itu, Sulsel hingga kini saja belum ada antisipasi khusus yang dilakukan.

Tentu kita melakukan proses-proses pendeteksian di bandara terhadap orang-orang yang masuk.
“Kita berkoordinasi dengan lintas sektor terkait. Secara terpadu kita tangami ini, kemungkinan-kemungkinan masuknya virus ini,” kata Ichsan.

Untuk saat ini, antisipasi pencegahan virus corona ini sama dengan penyakit-penyakit yang lain, yang sifatnya lintas negara dan lintas daerah. Di pelabuhan, Ichsan mengatakan telah ada tindakan yang dilakukan oleh pihak pelabuhan.

Namun untuk ke depan, dirinya berjanji akan melakukan pengawasan ketat di dua tempat masuk masyarakat dari mancanegara, yaitu bandara dan pelabuhan. Orang-orang yang masuk akan dideteksi oleh tim dari pihak pemprov.

“Di bandara Makassar sendiri kan hanya dua penerbangan internasional yang masuk langsung ke Makassar. Dari jeddah Arab dan dari Malaysia. Tentu kita melakukan proses-proses pendeteksian di bandara terhadap orang-orang yang masuk,” jelasnya.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman terkait dengan virus corona ini, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu peduli akan melakukan pencegahan terhadap segala penyakit. Apalagi ancaman virus corona yang akhir-akhir ini meresahkan warga.

Andi Sudirman menambahkan, melakukan cek kontrol kesehatan ke rumah sakit atau pusat kesehatan menjadi penting. Apalagi virus ini dikatakan Andi Sudirman bisa menjangkit siapapun. Jika terindikasi teridap virus tersebut, cepat melakukan koordinasi ke beberapa pihak. Terutama melaporkannya ke puskesmas terdekat.

“Kepada warga, ya pencegahan-pencegahan lah dulu ya. Cepat berkoordinasi ketika ada gejala. Kalau terindikasi kita cepat melakukan pencegahan,” jelas Sudirman.

Andi Sudirman juga menghimbau kepada para instansi terkait untuk senantiasa melakukan penyuluhan ke masyarakat mengenai virus ini. Karena baginya pengetahuan akan virus ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Virus ini kini diketahui telah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Kanda, dan Amerika Serikat. Ribuan orang telah terinfeksi virus yang memiliki kedekatan dengan virus SARS dan MERS ini, serta sudah lebih 50 yang tewas.(rhm/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top