Utama

Rektor Unanda dan IAIN Apresiasi Judas Amir

* Soal Permintaan Penegerian dan Alih Status UIN ke Ketua DPD

PALOPO — Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda), Dr Marsus Suti, M.Kes, dan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag mengapresiasi permintaan Wali Kota Palopo kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD Republik Indonesia untuk membantu percepatan penegerian Unanda serta perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) bagi IAIN Palopo.

Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, M.Ag menyebutkan bahwa, apa yang dilakukan Pak Wali merupakan bentuk perhatian terhadap perguruan tinggi di Kota Palopo untuk terus berkembang lebih baik.

“Kita bersyukur Pak Wali begitu responsif, setidaknya jika sudah sampai pada ketua DPD, kita memiliki modal dan tambahan akses menuju universitas,” ujarnya.

Dikatakan Pirol, upaya alih status ini telah dilakukan tiga tahun terakhir dengan menyiapkan berbagai persyaratan yang ada. Bahkan proposal usul perubahan status itu juga telah digelar Desember 2019 lalu ke Kementerian Agama RI. Tinggal Tim Penilai melakukan penilaian kelayakan alih status IAIN Palopo menuju UIN ini.
“Untuk penilaian kelayakan fisik, kita diminta untuk siap-siap dari pusat,” ungkapnya.

Sembari menunggu konfirmasi dari Pusat, pihaknya juga mengundang para pakar dan ahli terkait dengan alih status IAIN Palopo. Termasuk mengundang Prof Dr Suwito, M.A, beliau merupakan salah satu Tim Asesor Akreditasi yang ditunjuk oleh BAN-PT.

“Kita perlihatkan dokumen-dokumen yang ada, nantinya beliau mengecek kekurangan-kekurangan yang mesti dipenuhi,” terangnya.

Untuk alih status IAIN sendiri, pihaknya cukup optimis. Apalagi berbagai persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi. Seperti jumlah mahasiswa minimal 7.500 sementara mahasiswa IAIN Palopo saat in telah mencapai sekitar 8.400-an orang.

Kemudian IAIN juga telah menyiapkan SDM serta dokumen pengadaan fakultas baru, yakni dari jurusan umum. Rencananya Fakultas Sains dan Teknologi. “Bahkan kita kerja sama dengan Pemkot Palopo untuk pengembangan ternak di wilayah Transmigrasi, nantinya akan di handle oleh jurusan umum, salah satunya Prodi Peternakan,” ujarnya.

Syukurnya kata dia, empat kabupaten/kota dalam mendukung pengembangan pendidikan di Tana Luwu telah memberikan rekomendasi alih status IAIN menjadi universitas. Ini juga tentunya berimplikasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi berbagai syarat ini kita penuhi, mudah-mudahan secepatnya alih status menjadi universitas,” terangnya.
Sementara itu Rektor Unanda Palopo, Dr Marsus Suti, M.Kes, mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, SH, MH yang begitu perhatian kepada Unanda Palopo. Mudah-mudahan Pak Ketua DPD RI mengingatkan kembali kepada Presiden RI, Joko Widodo agar moratorium penegerian PT itu dibuka kembali.

Sebenarnya, seluruh persyaratan itu, kata dia, sejak 2015 lalu telah dipenuhi Unanda. Namun karena ada moratorium atau penghentian sementara penegrian PT, maka penegrian Unanda ditunda.

“Bahkan pada saat kita ketemu Pak Menteri Pendidikan Tinggi, M Nasir. Waktu itu, beliau menjamin jika moratorium dibuka, Unanda yang terdepan, itu karena kita telah memenuhi seluruh syarat yang ada,” terangnya.

Dijelaskan Marsus, pria asal Malangke, Luwu Utara ini, kalau tahapan demi tahapan Unanda sudah melakukannya dari A hingga Z. Yakni mulai dari studi kelayakan, pembentukan statuta, susunan organisasi dan tata kerja, rencana strategis.

Ada juga sistem penjaminan mutu, rekomendasi pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, surat pernyataan bahwa dosen dan tenaga kependidikan pada yayasan tidak menuntut diangkat sebagai CPNS.

Kemudian surat pernyataan pemerintah daerah setempat untuk membiayai penyelenggaraan PTN yang didirikan sebelum dibiayai secara penuh oleh pemerintah, akta pendirian yayasan dan perubahan.
“Nah itu semua telah dilaksanakan sejak 2012 lalu,” sebutnya.

Sementara untuk tahapan sejak 2012 hingga 2014 lalu, pihaknya telah menyelesaikan pemenuhan Prodi ke-10, yakni Teknik Informatika, sertifikat tanah atas nama Badan Penyelenggara atau yayasan. Kemudian, ada juga akta pendirian yayasan yang telah disahkan oleh kementerian yang bertanggung jawab di bidnag hukum beserta semua perubahan yang ada.

Diakhir Desember 2014, lanjut Marsus, pihaknya melakukan laporan audit Independen terbaru terkait yayasan To Ciung Luwu. Setelah itu penyerahan secara resmi aset ke pemerintah 19 Januari 2015 lalu.

“Setelah tahapan demi tahapan kita penuhi, mestinya Unanda Palopo di tahun 2015 lalu mendapat penerbitan peraturan Presiden tentang Pendirian Unanda sebagai PTN dan Kementerian PAN dan RB. Tapi karena ada moratorium jadi ditunda saat itu,” ungkapnya.

Jadi saat ini, terang Marsus, pihaknya menunggu moratorium penegrian PT dibuka kembali oleh Presiden. Unanda dijamin terdepan sebagai PTN nantinya. Bahkan pak Gubernur ketika meletakkan batu pertama pembangunan Rektorat Unanda di atas lahan 30 Hektar di Walmas. juga berjanji akan menghadap Pak Presiden mengingatkan kembali agar kebijakan moratorium ini dicabut kembali.

Ditambahkan Rektor Dua Periode Unanda ini, meskipun demikian Unanda tetap terus berpacu mengembangkan kampus. Dimana tahun 2020 ini akan membangun gedung kampus di tiga tempat yang menelan biaya Rp8 miliar.

Rinciannya, Rp6 miliar berasal dari provinsi, Rp5 miliar dari Pak Gubernur untuk pembangunan Rektorat Unanda, Rp1 miliar dana aspirasi, Anggota DPRD Sulsel, Bapak Irwan Hamid untuk pembangunan gedung perkuliahan.

Sementara pembangunan gedung Fakultas Teknik sebanyak Rp1 miliar berasal dari dana yayasan kampus.
“Untuk pembagunan Kampus Agro Kompleks sebanyak Rp1 miliar itu berasal dari dana hibah Kementerian Pendidikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada pertemuan antara Wali Kota Palopo, HM Judas Amir dengan DPD RI. Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti mengungkapkan, pada dasarnya DPD RI akan siap membantu dan memberikan dukungan untuk pengembangan daerah.

“Tolong kami juga dibantu dengan adanya usulan yang masuk melalui surat atau proposal, yang nantinya akan saya teruskan ke Presiden atau kementerian terkait,” pungkasnya. (ich)



Click to comment

Most Popular

To Top