Utama

Terbanyak di Sulsel, 649 ODGJ Terdeteksi di Tator

MAKALE — Sekira 28.000 jiwa penduduk di Kecamatan Mengkendek, sebanyak 78 jiwa masuk dalam daftar Toma’si Asi, dan 70 jiwa lagi terkena gangguan jiwa. Jumlah ini tersebar di 17 kelurahan/lembang di Mengkendek, Tana Toraja.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Tana Toraja, Dr Ir Yunus Sirante saat memaparkan kinerja Pemerintahan Kabupaten Tana Toraja pada musrenbang Kecamatan Mengkendek periode anggaran 2021 di Tongkonan Ke’pe Tinoring, Lembang Ke’pe, Mengkendek, Rabu (12/02/2020).

Yunus dalam pemaparannya mengatakan bahwa kurang lebih 649 jiwa warga Tana Toraja yang terdeteksi dalam gejala Orang dengan Ganguan Jiwa (ODGJ). Ini menjadi yang terbanyak di Provinsi Sulsel.

Untuk menyelesaikan hal ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mendatangkan peneliti dari Kiyoto University dari Jepang untuk meneliti penyebab banyaknya warga Tana Toraja yang terkena gangguan jiwa.

“Dari hasil penelitian sementara, 30% pada persoalan lingkungan, 40% pada persoalan prilaku hidup, 20% karena kredit, dan 10% karena gen,” sebut Yunus.

Musrenbang Kecamatan Mengkendek ini di buka langsung oleh Wakil Bupati Tana Toraja
Victor Datuan Batara dalam sambutannya menghimbau kepada masyarakat, serta pemerintah kelurahan/lembang setempat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan termasuk peningkatan Jumat bersih dan di jadikan sebagai prioritas utama.

Musrembang ini dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Tana Toraja, beberapa Kepala OPD, para Lurah dan Lembang Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Danramil, Kapolsek Mengkendek serta warga setempat. (cr2/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top