Toraja

Akibat Dibentak Perawat Puskesmas, Lansia Dilarikan Ke Rumah Sakit

Marthen Tandiongan (Papa Desni) Anak dari Damaris Kendek(66) Tahun.

RANTEPAO-Marthen Tandiongan salah seorang warga Lembang Salu Sarre Kecamatan Sopai,Toraja Utara, sesalkan kejadian yang meniimpa orang tuanya ,yakni ibu Kandungnya Damaris Kendek (66) pasalnya akibat ulah oknum perawat Puskesmas Sopai inisial EP dengan membentak bernada tinggi sambil menunjuk -nunjuk sehinggah ibu Damaris Kendek (66) dilarikan ke RS.Lakipadada.

Kejadian tersebut terjadi saat diadakan Posyandu Lansia Kamis, 20 Februari 2020 yang lalu di Lembang Salu Sarre Kecamatan Sopai, dimana Damaris Kendek (66) tahun melakukan pemeriksaan rutin bersama warga lansia lainnya,dan di tempat itu pulalah oknum Perawat EP yang pindahan dari RSUD Lakipadada ke Puskesmas Sopai, melakukan tindakan yang tidak sepantasnya ia lakukan dengan membentak , mengakibatkan orang tua tersebut dilarikan ke RSUD Lakipadada Tana Toraja.

Marthen Tandiongan ,anak dari Damaris Kendek (66) tahun sangat sesalkan atas kejadian yang menimpa orang tuanya, dimana diperlakukan tidak etis kepada seorang ibu yang selama ini diketahui ada riwayat penyakit jantung dan hipertensi.

“Saya sangat sesalkan tindakan oknum perawat EP yang perlakukan orang tua kami tidak semestinya dengan membentak bernada tinggi serta menunjuk-nunjuk mukanya ,dan saat mendengar kabar dari aparat Lembang Salu Sarre bahwa orang tua kami diperlakukan tidak semestinya, sebagai manusia biasa sangat emosi mendengarnya, namun kami berupaya tenang menyikapi hal tersebut,”ujarnya Minggu, 23 Februari 2020.

“Atas kejadian ini Kami sudah melakukan konsultasi kepada Pak Camat Sopai untuk meminta pertimbangan serta petunjuk atas apa yang telah dilakukan oleh Oknum Perawat EP ini ,dan juga kami Konsultasi kepada Kepala Puskesmas Sopai serta keluarga dari Aparat kepolisian ,bahwa intinya kami hanya ingin mencari baiknya,”Imbuhnya.

Lanjut Marthen Tandiongan yang akrab di sapa Papa Desni ini katakan Kami dari pihak keluarga hanya ingin agar oknum Perawat EP untuk meminta maaf kepada orang tua kami atas perlakuannya saat posyandu lansia, agar menjadi obat buat orang tua kami.

“Saya hanya minta ibu Suster EP ini minta maaf kepada orang tua kami atas apa yang sudah dia lakukan ,agar permintaan maafnya itu menjadi obat orang tua kami, sehinggar orang tua kami pulih kembalii, hanya itu saja permintaan kami, dan tidak ada maksud yang lain ,ini semata agar tidak ada lagi korban seperti yang dialami orang tua kami juga cukuplah orang tua kami saja,”Kuncinya.

Sementara Oknum suster EP saat ditemui di Puskesamas Sopai, Senin, 24 Februari 2020 Enggam memberi tanggapan terkait tindakannya kepada Damaris Kendek (66) , hanya katakan ada surat izinnya dengan nada ketus dan berlalu.

Ditempat terpisah kepala Puskesmas Sopai Naomi Paedongan terkait dengan salah seorang anak buahnya yang melakukan tindakan tak semestinya kepada pasiennya mengatakan Kami di Puskesmas Sopai itu Melakukan pembinaan kepada teman-teman staf bahwa kalau kita melayani dimasyarakat harus memberikan senyum sapa masyarakat, memberikan pelayanan yang primadona terutama kepada para lansia-lansia membutuhkan spirit dari kita bagaimana itu melayani dengan sepenuh hati.

“Kalau kita pelayanan dengan sepenuh hati karena kita dipercaya oleh masyarakat, karena kami dari puskesmas sopai harus memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, adapun perawat yang diluar koridor nanti kami bina sesuai ketentuan-ketentuan kami dari puskesmas lewat pertemuan-pertemuan bagaimana pelayanan yang wajib dilakukan sesuai Pelayanan prima,”Terang Kapus Sopai.

Diketahui Damaris Kendek (66) sebelum dibentak oleh Oknum Perawat EP, tensinya 180 ,dan setelah dibentak naik tensinya memjadi 240/120 sehinggah dilarikan ke RSUD Lakipadada Tana Toraja.,dan saat ini Ibu Damaris masih di rawat di RSUD Lakipadada. (albert)



Click to comment

Most Popular

To Top
.