Kriminal

Hamil 5 Bulan, Mahasiswi Ngamuk di Telluwanua

*Keberatan Ingin Segera Dinikahi

PALOPO — Habis manis sepah dibuang. Pameo klasik ini tepat melukiskan nasib gadis TN (20), mahasiswi yang menuntut ilmu di Makassar. Jauh-jauh datang dari Makassar, TN hanya ingin pertanggungjawaban dari seorang pemuda IR (22), warga Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Gadis TN mengaku asli dari Kabupaten Hamlai, Maluku Tenggaran, Ambon. Kuliah di salah satu universitas di Makassar. Selama mengenal pemuda IR kemudian menjalin tali kasih sebagaimana layaknya pemuda pemuda. Belakangan, TN merasa ada yang aneh pada dirinya. Ia hamil namun IR seakan ogah bertanggungjawab. Mungkin mengetahui TN sedang hamil, IR pulang ke Palopo meninggalkan kekasihnya itu sendirian di Makassar.

Kapolsek Telluwanua, Iptu Idris SH membenarkan adanya kasus tersebut. Menurut, korbannya (TN) mengaku sudah berbadan dua atau hamil selama 3 bulan 15 hari.
“Benar, pengakuannya seperti itu. Mungkin merasa harga dirinya telah hancur, sang gadis yang sementara kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar, memberanikan diri datang ke Palopo selanjutnya menuju ke rumah IR,” katanya, Minggu 1 Maret 2020 kemarin.

Menurut ketersangan saksi, emosi gadis TN meledak saat melihat IR sedang duduk santai di teras depan rumahnya.
Perempuan yang mengaku sudah semester lima itu, mengamuk hingga tak sadar mengeluarkan kata-kata yang tak sepantasnya diucapkan. “Peristiwa itu terjadi, sekira pukul, 10.15 Wita, Sabtu, 29 Februari 2020. Banyak warga yang menyaksikan kejadian itu,” kata Idris.

Polisi tiba di tempat kejadian, tak lama setelah dihubungi warga.
Saat di TKP,. selanjutnya menetralisir keramaian di lokasi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi membawa TN ke Polsek Telluwanua, sekaligus membuat surat pengaduan.
“Iya, kita amankan dulu ke polsek apalagi, kami lihat situasi makin memanas saat berada di di TKP, makanya si perempuannya kita bawa ke Polsek,” kata Kapolasek Telluwanua Kota Palopo, Iptu Idris SH.

Setelah diinterogasi penyidik, lanjut perwira dua balok itu, TN mengaku datang sendiri ke Palopo, untuk meminta pertanggungjawaban IR.
Apalagi, usia kandungannya boleh dibilang sudah hampir memasuki bulan keempat.
“Perempuan ini, maunya dia punya status yang jelas dengan kata lain harus dinikahi. Kenapa, agar tidak malu dengan keluar dan teman-temannya di kampus,” terang Idris.

Mantan Kapolsek Wara Utara (Waru) Kota Palopo itu, menambahkan, penyidiknya telah menghubungi keluarga IR agar menghadap ke Polsek.
“Kita akan menyampaikan perihal permintaan dari TN. Sebab, kalau IR tak mau tanggungjawab, maka pasti urusannya tambah rumit. Apalagi, keduanya memang suka sama suka dan sudah menjalin kasih kurang lebih 1 tahun 4 bulan. Nanti ketika ada info lebih lanjut akan kami sampaikan,” tutup Kapolsek yang dikenal bermasyarakat. (ded/him)



Click to comment

Most Popular

To Top
.