Luwu Utara

Diterpa isu tak Sedap

*Asryad: Demi Allah Saya tidak Terima Apa-apa

MASAMBA— Kandidat Calon Bupati Luwu Utara, H Arsyad Kasmar SH diserang isu tak sedap. Arsyad   diisukan maju hanya untuk pemecah suara supaya kandidat Petahana berpeluang memenangkan Pilkada Luwu Utara, bahkan Arsyad diisukan terima sejumlah uang supaya tetap maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Luwu Utara yang akan dilaksanakan tahun 2020 ini.

Mendengar isu tak sedap itu, Arsyad sontak kaget apalagi Isu tersebut sudah sampai di telinga Ketua Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan. Ketua Gerindra Lutra itu mengatakan bahwa Itu isu murahan yang dihembuskan orang tak bertanggung jawab.  ”  Isu Murahan dan tidak benar, apalagi mau dibayar-bayar, saya ini pulang kampung bukan mencari harta, tapi  ingin membangun kampung kelahiran saya, penghasilan dari usaha saya yaa sudah lebih dari cukup, ” Tandas Arsyad Minggu kemarin.

Arsyad mengungkapkan bahwa dirinya maju sebagai calon bupati Luwu Utara atas inisiatif saya sendiri  dan tentunya diawali oleh dorongan para tokoh-tokoh masyarakat Luwu Utara, apalagi Kampung saya ini masuk daerah nomor 3 termiskin di Sulsel, ” Maju saya ini tidak main-main, untuk apa saya bayar mahal partai kalau tidak serius, kalau petahana mau bayar-bayar saya, kita tidak takabbur mungkin lebih banyak penghasilan dari usaha saya daripada mereka, jadi  tolong diluruskan kalau ada isu begitu,” Tegas Arsyad.

Bahkan pengusaha sukses ini rela di sumpah dengan Kitab Suci apabila dirinya Maju hanya karena memecah suara atau pesanan. ” Saya masih punya harga diri, marilah kita bersaing dengan sehat, jangaan sebarkan fitnah murahan itu, demi Allah saya tidak pernah terimah satu rupiah pun dari Bupati Lutra maupun dari suaminya,” Tegasnya.

Arsyad menambahkan bahwa  sebelumnya dirinya memang pernah dihubungi Mantan Bupati Lutra Luthfi Mutty meminta dirinya untuk tidak mau sebagai calon Bupati Luwu Utara, namun saat itu, Arsyad mengatakan akan tetap maju dan sudah memasang Baliho disejumlah titik. ” Dirinya (Luthfi red) saat PIlkada 2005 saja saya lawan, apalagi mau meminta saya untuk  tidak maju, jadi sekali lagi tidak ada yang melarang-larang saya untuk maju, maupun kandidat yang mendorong saya, apalagi mau bayar-bayar, itu isu yang sangat murah, ” Pungkasnya.(mah)



Click to comment

Most Popular

To Top
.