FEMALE

Makna 7 Mei Bagi Haera Ilham

* Enam Tahun Dilewati dengan Bersyukur dan Ikhlas

Setiap tahunnya di tanggal 7 Mei, hati ku terasa tidak tenang dan seakan berusaha mengingat sesuatu.

Selepas mengaji di subuh ke-14 Ramadan, saya langsung mengecek tanggal di gadget-ku, di situ tertera tanggal 7 Mei 2020. Sontak diri ini langsung sadar apa yang membuat hatiku tidak tenang sedari kemarin. Entah mengapa dari sekian banyak kesibukan, saya masih bisa mengingat begitu membekasnya tanggal 7 Mei ini.

Berbeda dengan sebelumnya, mungkin hari ini saya mengingatnya karena sudah menjadi rutinitas ku untuk menunagkan dalam sebuat tulisan. Bukan lagi tentang pahitnya peristiwa 6 tahun yang lalu. Memang mustahil untuk melupakannya, tetapi ikhlas dan bersyukur mengajarkan ku untuk bisa melihat sisi baik peristiwa itu. Hari ini kembali saya menulis mengenang 7 Mei 2014..

Tidak terasa peristiwa penuh arti dan pelajaran yang menimpa keluarga kami sudah 6 tahun berlalu. Air mata dan kesedihan kami hari itu hari ini berakhir dengan senyuman. Sebelum menulis ini, saya kembali membaca tulisan saya dari tahun ke tahun sejak 2014.

Saya kemudian bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana bisa kami sampai di titik sekarang ketika 6 tahun lalu hanya kehancuran dan rasa putus yang ada dalam hati dan pikiran kami? Rasanya jika kembali mengingat hari itu, terasa mustahil sekali kami bisa melewati nya. Seakan tak ada lagi harapan dan kebahagiaan bagi kami, semuanya dirampas hanya dengan sebuah berita. Ternyata kami semua bisa melewatinya.

Enam tahun bukan waktu yang cepat bagi kami. Tapi lagi-lagi, ikhlas dan bersyukur membuat 6 tahun yang berat itu justru terasa sangat cepat. Ketika pertama kali saya menulis, di akhir masa jabatan Ayahanda, saya masih seorang siswi SMA. Hari ini, saya menulis sebagai seorang mahasiswi pasca sarjana.

Begitu cepat waktu ini berjalan. Tidak terasa sudah 6 tahun berlalu. Mungkin karena kami terlalu sibuk memperbaiki diri, terlalu sibuk belajar akan sebuah keikhlasan, terlalu sibuk menebar kebaikan, dan terlalu sibuk mengucap syukur pada-Nya sehingga waktu yang kami pikir akan terasa sangat lama, justru sebaliknya.

Peristiwa 7 Mei 2014 memang peristiwa yang sempat membuat kami kecewa, tetapi hari itu bukan peristiwa yang membuat kami lupa untuk bersyukur hanya karena satu takdir pahit yang Allah berikan pada keluarga kami. Ternyata hari itu justru menjadi peristiwa yang membuat kami semakin bersyukur dan berterima kasih pada Allah. Hari ini kami semua bisa kembali tersenyum dan berkumpul bersama.

Memang berbeda lagi suasana nya. Pandemi Corona membuat kita yang akhirnya sudah dekat, terasa jauh kembali. Tetapi Alhamdulillah.. atas izin Allah, hari ini Ayah sudah bisa membaca tulisan ku ini di rumah kami kembali, bukan lagi di ‘pesantren’ tempat beliau menghabiskan 4 tahun terakhir.

Tak ada lagi air mata yang akan jatuh ketika membaca tulisan rutin ku di tanggal 7 Mei ini. Justru rasa bangga dan haru kebahagiaan yang harusnya hadir dalam diriku dan kami semua, karena kami ternyata bisa melewati semua kejadian pahit itu dengan ikhlas hingga akhirnya bisa sampai di hari ini.

Selain tak henti-hentinya berterima kasih dan mengucap syukur pada Allah, saya rasa kami perlu berterima kasih pada diri kami sendiri. Terima kasih untuk selalu kuat, terima kasih untuk mau bertahan, dan terima kasih untuk keikhlasan yang sangat besar sehigga bisa menang dari rasa putus asa yang menghantui 6 tahun lalu dan bisa melewati peristiwa pahit itu dengan berakhir senyuman. Memang benar kutipan Ayah, “Dalam setiap kesabaran, pasti akan datang kemenangan.”(*/idr)

Data Diri

Nama : Siti Hamsina Khaerahtunisa
Panggilan : Haera Ilham
Ayah : Ilham Arif Sirajuddin
Ibu : Aliyah Mustika Ilham



Click to comment

Most Popular

To Top
.