Utama

Bapak ‘Gauli’ Teman Sekolah Anaknya

* Dua Kali Beraksi, yang Ketiga Kepergok Istri

WALMAS — Hilang sudah keperawanan FE bin AD (16). Gadis asal Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Lantaran, ia digauli dua kali oleh bapak dari teman sekolahnya.
Pelaku adalah, Harman alias Pak Aswan (51). Pelaku dan korban merupakan tetangga dekat rumah.

Kejadian terjadi Januari 2020 di rumah pelaku. Yang saat itu, pelaku menyetubuhi korban saat sedang tidur di dalam kamar bersama anaknya.

Sukses di aksi yang pertama, pelaku kemudian melancarkan serangan kedua yang dilakukan pelaku pada awal April 2020, lalu, di salah satu penggilingan padi yang ada di desa tersebut.

Tak puas, pelaku kembali ingin melampiaskan nafsu birahinya untuk ketiga kaliya, hanya saja, aksi pelaku kepergok sang istri. Atas perbuatannya, sang istri melaporkan suaminya ke Polsek Walenrang.

Pelaku ditangkap, Selasa, 12 Mei 2020, sekira pukul 13.00 Wita.
Di hadapan polisi, bapak empat anak itu, mengakui perbuatannya.
“Saya khilaf pak, yang saya ingat dua kali saya gauli korban. Pertama di rumah saya, dan kedua di gudang penggilingan padi,” ucap Harman, kepada Palopo Pos, Rabu, 13 Mei 2020, siang kemarin.

Kapolsek Walenrang, AKP Samuji, melalui Kanit Reskrimnya, Brigadir Nasri, menjelaskan, perbuatan pelaku terbongkar saat istrinya menaruh kecurigaan dan membuntuti suaminya saat keluar rumah malam hari.

Disitulah, istri pelaku mendapati suaminya mengetok-ngetok jendela kamar korban.
Ketika korban membuka jendela dan pelaku hendak masuk, istri pelaku kemudian menangkap pelaku.

“Awalnya pelaku dibawa pulang istrinya ke rumah. Setelah didesak, pelaku pun mengakui perbuatannya,” kata Nasri. Kanit Reskrim, menceritakan kronologis kejadiannya, korban sebelumnya tidak menyampaikan kepada orang tuanya.

Namun setelah istri terlapor mendatangi rumah korban dan menanyakan kejadian tersebut kepada orang tua korban, disitulah korban mengaku bahwa benar dia (Harman) sudah di setubuhi.
“Nanti korban didesak orang tuanya barulah korban mengakui perbuatan tersebu bahwa pelaku telah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak dua kali,” bebernya.

Seraya menambahkan, sebelumnya pelaku sering memberikan uang jajan kepada korban. Tidak hanya itu, korban kerap diberikan kartu data agar pelaku leluasa melakukan chating melalui aplikasi WA dengan korban.

Korban kerap diajak oleh pelaku untuk bertemu, hanya saja, ajakan tersebut selalu di tolak korban.

“Dalam kasus ini, pelaku kita kenakan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tegas Nasri. (ded/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.