FEMALE

Bangga Menjadi Perawat

Elsya Yusuf, S.Kep Ners

Kepala Keperawatan RS St Madyang

Tanggal 12 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. Tanggal itu tidak sekadar tanggal, tetapi memiliki makna penting bagi setiap perawat.

Edisi Female, hari ini mengangkat perjuangan salah satu perawat di Kota Palopo. Adalah Elsya Yusuf S,Kep Ners. Kesehariannya bekerja di RS St Madyang, sebagai Kepala Bidang Keperawatan.

Momentum Hari Perawat Internasional, 12 Mei beberapa hari yang lalu, baginya diperingati sebagai bentuk penghormatan bagi perawat di seluruh dunia.

Berkat kontribusinya dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia pun bangga menjadi seorang perawat.
Dijelaskan Elsya, Hari Perawat Internasional pertama kali diperingati pada tahun 1974 oleh The International Council of Nurses (ICN).

Penentuan Hari Perawat Internasional yang jatuh pada 12 Mei tersebut berdasarkan hari lahir tokoh dunia keperawatan yakni Florence Nightingale pada 12 Mei 1820. Florence Nightingale merupakan seorang pelopor perawat modern sekaligus penulis dan ahli statistik.

Atas jasa-jasanya yang tak kenal gentar untuk mengumpulkan para korban perang di semenanjung Krimea Rusia, Florence Nightingale kemudian diberi julukan sebagai The Lady with the Lamp.
Semasa hidupnya sebagai seorang pelopor perawat modern, Florence Nightingale berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai rumah sakit yang bersih dan steril serta menyebarluaskan cara untuk menjadi seorang perawat profesional.

Florence Nightingale menjadi orang pertama yang menekankan norma-norma terkait hak pasien saat menjalani perawatan serta melakukan penyusunan laporan rekam medis pasien menggunakan metode statistik sebagai bagian dari revolusi bidang kesehatan terutama dunia keperawatan pada masa itu.

Di tengah pandemi Corona saat ini yang semakin mewabah di Luwu Raya, Elsya setiap hari bersentuhan dengan banyak pasien tentunya merasakan was-was.
Untuk itu, dari pihak RS St Madyang pun telah membekali setiap perawat dan seluruh tenaga kesehatan dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap tatkala melayani pasien.

“Was-was juga rasanya saat melayani pasien. Terkadang timbul pikiran, sambil berharap semoga tidak ada yang positif, ” ujarnya saat diwawancarai di RS St Madyang, Jumat 15 Mei 2020, kemarin.
Selama ini di RS St Madyang, ujarnya, belum pernah menangani pasien positif Covid-19. “Kami hanya sempat menangani pasien berstatus PDP, lalu dirujuk ke RSUD Sawerigading. Dan hasilnya negatif,” ungkapnya.

Di akhir sesi wawancara, ia bercerita awal mula bekerja sebagai perawat di tahun 2006 selepas lulus D3 Akper Kamanre di RS Tentara. “Waktu itu statusnya honorer di RS Tentara,” katanya.
Lalu, pada tahun 2008, ia lalu pindah ke RS St Madyang sampai sekarang.

Adapun suka duka sebagai perawat, sambungnya, ketika harus bekerja sistem shift. “Terkadang dapat tugas jaga malam, dan siang meninggalkan keluarga,” sebutnya.

Kini, dengan bekal pengalaman, ia dipercaya memegang tanggung jawab sebagai Kepala Bidang Keperawatan RS St Madyang. Ia membawahi sekira 77 perawat di RS tersebut. Mengatur sistem kerja dan memberikan penilaian terhadap anggotanya. (idr)

Data Diri

Nama

TTL

Jabatan

Pendidikan

 

 

 

 

: Elsya Yusuf, S.Kep Ners

: Palopo, 1 Juni 1983

: Kepala Keperawatan RS St Madyang, Palopo

: SDN 44 Uludatu

SMPN 2 Palopo

SMAN 2 Palopo

D3 Akper Kamanre

S1 Stikes KJP



Click to comment

Most Popular

To Top
.