Ragam

Ketat! 8 Mobil Dipaksa Putar Balik di Posko Covid-19 Perbatasan Toraja-Palopo

Anggota dishub saat mengatur lalulintas

PALOPO — Selama berlakunya pengetatan perbatasan yang diteken oleh Forkopimda Palopo, sudah ada 8 mobil yang diputarbalikkan oleh petugas posko Covid-19 di perbatasan Toraja-Palopo, tepatnya di Kelurahan Lebang KM 5. Hal tersebut dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Posko Covid-19 Perbatasan Toraja-Palopo, Andi Syamsu Syarif AP SSos saat ditemui Palopo Pos, Rabu 20 Mei 2020.

Andi Syamsu mengatakan, dari pagi hingga siang ini, sudah ada 8 kendaraan mobil keluarga yang diputarbalikkan karena tidak mematuhi 4 poin himbauan bersama terkait perketatan perbatasan.
“Di antaranya mereka tidak memiliki surat keterangan sehat dari Puskesmas daerah asal, sementara mereka ingin menginap di Kota Palopo,” kata Andi Syamsu.

Ada juga, lanjut Syamsu, tidak membawa identitas apapun seperti KTP maupun SIM. Juga tidak memakai masker dan tidak mematuhi physical Distancing di dalam mobil.
“Mereka semua tadi itu terindikasi mudik, dilihat dari penumpangnya yang semuanya merupakan satu keluarga dan barang bawaannya, jadi kami tundaki minta untuk pulang kembali ke Toraja,” ungkapnya.

Adapun para sopir truk ekspedisi maupun logistik dan angkutan umum, rata-rata mereka telah dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari Puskesmas dan identitas lengkap berupa KTP dan SIM.
“Intinya di sini, jangan coba-coba lewat kalau tidak mematuhi 4 poin yang dikeluarkan oleh Forkopimda itu, karena kami pastikan anda diminta untuk putar balik,” tegasnya.
Sementara untuk pengendara roda dua atau sepeda motor, juga ada yang diputarbalikkan karena tidak memakai masker.

“Rata-rata yang naik motor masuk ke Palopo sini kan penduduk sekitar sini, meskipun begitu kami tetap mewajibkan mereka untuk memakai masker, yang diberhentikan itu hanyalah pengendara motor yang terindikasi mudik dengan melihat jumlah barang bawaannya,” jelasnya.
Kepala Terminal Dangerakko itu juga menjelaskan, posko Covid-19 Lebang menerapkan 4 sift penjagaan untuk memaksimalkan pemeriksaan selama 24 jam.

Adapun yang menjaga di posko tersebut ialah Dinas Perhubungan, anggota TNI-Polri, Dinas Pertanian, dan BPBD yang masing-masing terdiri dari 2 orang personel dalam 1 sift.
Sedangkan untuk petugas kesehatan, terdiri atas 4 orang yang berasal dari Puskesmas Kecamatan Wara Barat.(ali)



Click to comment

Most Popular

To Top
.