Luwu

Masih Ada Warga Padang Sappa tak Memiliki Listrik

DPW FPI Luwu saat menyerahkan bantuan sembako kepada Nene Tibeng, di Lingkungan Ronto, Kel. Padang Sappa, Kec. Ponrang, Luwu.

PADANG SAPPA-– Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp600.000 setiap bulannnya selama tiga bulan. Sehingga, total bantuan yang diterima per keluarga adalah Rp1,8 juta.

Jika melihat ada orang di sekitar Anda baik tetangga atau saudara Anda yang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 bisa memberitahukan informasi ini, terutama bagi mereka yang benar-benar telah memenuhi syarat namun belum sadar dengan informasi bantuan ini.

Mari kita bantu siapa saja di sekitar kita yang mengalami dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 dengan tidak hanya membagi informasi terkait bantuan sosial dari pemerintah tapi juga turut membantu mereka yang kurang informasi dengan menuntun mereka bagaimana cara mendaftar agar bisa menerima bantuan sosial ke RT/RW di tempat tinggal Anda.

Namun dalam kenyataannya masih ada warga yang belum mendapatkan bantuan sama sekali, seperti yang dialami Seorang Nene Tibeng yang tinggal bersama cucunya dibawah garis kemiskinan, Nene Tibeng ini berusia 75 tahun, dan berdomisili di Lingkungan Ronto, Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Meskipun usia yang sudah menjelang manula tersebut, dalam menyambung nasib, ia tetap bekerja meskipun sebagai pembuat sapu lidi, walhasil dari penjualan sapu lidi itulah yang dipakai membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Saat dikonfirmasi, Nene Tibeng mengatakan dirinya tidak dapat bantuan dari pemerintah. “Saya tidak dapat bantuan apapun dari pemerintah, terkecuali raskin tapi itu pun saya bayar sebesar Rp30.000 ,” ungkapnya.

“Kondisi Nene Tibeng sangat memprihatinkan, tak percaya rasanya masih ada di wilayah ibu kota Kecamatan ada warga yang mengalami kondisi seperti ini, betul-betul di bawah garis kemiskinan, atapnya dari rumbia dan sudah bocor-bocor, dapurnya menggunakan kayu bakar, sumurnya kadang di tempati itik berenang, kamar madinya yang tak berdinding, lantai rumahnya dari tanah, dinding rumahnya sudah dimakan rayap,” ungkap Moh Bahrun B, selaku Kordinator Badan Anti Teror DPW FPI Kab. Luwu pada Investigasi baru-baru ini.

“Rumah Nene Tibeng berdinding kayu, atap rumah bocor, listrik numpang kepada tetangga dan kelengkapan rumah tangga tidak ada sama sekali, kecuali beberapa piring dan sedok maupun gelas”, cetusnya.

“Melalui Kesempatan ini saya berharap para pemegang kebijakan hadirlah kalian untuk memberi haknya, sebagai salah satu penerimah bantuan yang sangat layak, apalagi dengan situasi pandemi Covid 19 ini beliau rentang terkena penyakit tersebut, untuk itu sekali lagi saya harapkan Pemerintah setempat melalui Lurah, Camat dan Unsur pemerintah kabupaten Luwu agar memberikan bantuan BLT dan memberikan bantuan rehab rumah agar ke depannya Nene Tibeng bisa tinggal di rumah yang layak huni,” tambahnya.

“Dan tidak lupa saya juga menghimbau kepada aparat Kelurahan agar dalam melakukan pendataan harus betul-betul terjun langsung kelapangan melihat warganya yang pantas mendapatkan bantuan, karena saya yakin masih ada warga yang lain yang hidupnya dibawah garis kemiskinan yang belum terdata, sehingga tidak mendapat bantuan sama sekali, jadi ini adalah tugas pemerintah dalam memberikan data yang betul-betul tepat sasaran, sehingga bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” tutupnya dengan penuh harapan. (ikh)



Click to comment

Most Popular

To Top
.