Utama

Masuk Palopo Wajib Perlihatkan KTP

* Warga Luar Diminta Bawa Suket Sehat, Tidak Punya akan Disuruh Putar Balik

PALOPO — Puncak arus mudik mulai terjadi. Kota Palopo sebagai epicentrum perdagangan di Luwu Raya dan Toraja rawan terjadinya penyebaran virus Corona.

Untuk itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palopo memaksimalkan penjagaan tiga pintu masuk ke Kota Palopo. Setiap yang masuk diperiksa dengan intensif, dengan cara diwawancara, dan diminta memperlihatkan kartu identitas (KTP).

Selain warga ber-KTP Kota Palopo, akan diminta memperlihatkan surat keterangan (suket) sehat dari puskesmas asal daerah. Jika tidak ada, silahkan putar balik, kembali.

Ini mulai berlaku pasca imbauan bersama Wali Kota Palopo dan pimpinan forkopimda, Senin 18 Mei 2020.
Di Pos penjagaan Lebang misalnya, sudah ada 8 mobil yang diputarbalikkan oleh petugas posko Covid-19 di perbatasan Toraja-Palopo, tepatnya di Kelurahan Lebang KM 5. Hal tersebut dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Posko Covid-19 Perbatasan Toraja-Palopo, Andi Syamsu Syarif AP SSos saat ditemui Palopo Pos, Rabu 20 Mei 2020.

Andi Syamsu mengatakan, dari pagi hingga siang ini, sudah ada 8 kendaraan mobil keluarga yang diputarbalikkan karena tidak mematuhi 4 poin himbauan bersama terkait perketatan perbatasan.

“Di antaranya mereka tidak memiliki surat keterangan sehat dari Puskesmas daerah asal, sementara mereka ingin menginap di Kota Palopo,” kata Andi Syamsu.

Ada juga, lanjut Syamsu, tidak membawa identitas apapun seperti KTP maupun SIM. Juga tidak memakai masker dan tidak mematuhi physical Distancing di dalam mobil.

“Mereka semua tadi itu terindikasi mudik, dilihat dari penumpangnya yang semuanya merupakan satu keluarga dan barang bawaannya, jadi kami tundaki minta untuk pulang kembali ke Toraja,” ungkapnya.

Adapun para sopir truk ekspedisi maupun logistik dan angkutan umum, rata-rata mereka telah dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari puskesmas dan identitas lengkap berupa KTP dan SIM.

“Intinya di sini, jangan coba-coba lewat kalau tidak mematuhi 4 poin yang dikeluarkan oleh Forkopimda itu, karena kami pastikan anda diminta untuk putar balik,” tegasnya.

Sementara untuk pengendara roda dua atau sepeda motor, juga ada yang diputarbalikkan karena tidak memakai masker.
“Rata-rata yang naik motor masuk ke Palopo sini kan penduduk sekitar sini, meskipun begitu kami tetap mewajibkan mereka untuk memakai masker, yang diberhentikan itu hanyalah pengendara motor yang terindikasi mudik dengan melihat jumlah barang bawaannya,” jelasnya.

Kepala Terminal Dangerakko itu juga menjelaskan, posko Covid-19 Lebang menerapkan 4 shift penjagaan untuk memaksimalkan pemeriksaan selama 24 jam.

Adapun yang menjaga di posko tersebut ialah Dinas Perhubungan, anggota TNI-Polri, Dinas Pertanian, dan BPBD yang masing-masing terdiri dari 2 orang personel dalam 1 sift.

Sedangkan untuk petugas kesehatan, terdiri atas 4 orang yang berasal dari Puskesmas Kecamatan Wara Barat.
Hal yang sama juga diberlakukan di Posko Islamic Center. Dari pantauan Palopo Pos, Kamis siang 21 Mei 2020, kemarin, banyak pengendara motor yang harus putar balik, lantaran bukan warga Kota Palopo karena tidak mampu memperlihatkan suket sehat.

Ipan, salah satu personel Satpol-PP Kota Palopo bersama petugas Dishub Palopo, dan Personel Polres Palopo yang mulai berjaga sejak pukul 08:00 Wita, sambil bercucuran keringat mewawancarai satu per satu pengendara motor yang antri di pintu masuk posko.

Banyak diantara pengendara berasal dari Kab. Luwu, seperti dari Kec. Bua. Lantaran tidak mampu memperlihatkan suket sehat dari puskesmas Bua, pengendara tersebut diarahkan putar balik. Sedangkan bagi pengendara yang merupakan warga Kota Palopo dipersilahkan lewat.

Hingga kemarin, sudah banyak kendaraan yang dminta putar balik. Bahkan, Rabu 20 Mei 2020, lalu, sempat ada salah seorang yang bukan warga Palopo terdeteksi memiliki suhu 38 derajat celcius, sehingga diminta kembali ke tempat asal.

Penjagaan ketat ini dilakukan menghadapi arus mudik serta sebagai antisipasi adanya warga dari luar Palopo yang membawa virus Corona masuk ke dalam Kota Palopo.

Hal yang sama juga dilakukan di Posko Telluwanua. Di sini pemudik yang datang dari luar daerah, tidak mengantongi identitas seperti KTP, maka tidak diloloskan masuk ke Kota Palopo.
Seperti yang terekam, Kamis, 21 Mei 2020, pagi hingga sore kemarin, puluhan pemudik yang mengendarai roda empat dan dua terpaksa disuruh putar balik.

“Yang kita tekankan disini identitas, setidaknya KTP. Kalau itu tak diindahkan, maka dengan terpaksa kita suruh putar balik,” turur Koordinator Posko Maroangin, Kadir, diwakili
anggota Polantas Polres Palopo, Ipda Asiz.

Diakuinya, sejak ditekennya perketatan perbatasan oleh Forkopimda, disitu ada 4 poin himbauan yang meski dipatuhi pemudik, salah satunya harus melengkapi surat keterangan sehat dari daerah asal.

“Tapi, kita tanya dulu apakah yang bersangkutan punya KTP atau tidak, kalau tidak dan meski memperlihatkan keterangan sehat, tetap tidak akan diloloskan,” tegasnya.(ali/ded/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.