Utama

Banjir Terjang Lutra dan Luwu

* Di Luwu 5 Rumah Hanyut, 150 KK Terisolir

WALMAS –– Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Luwu Raya, sejak Kamis (21/05/2020) malam mengakibatkan dua daerah di dua kabupaten tergenang banjir.

Di Kab. Luwu, banjir terjadi di Kecamatan Lamasi Timur (Latim), Jumat, 22 Mei 2020, sekira pukul 02.00 Wita, dini hari.
Tanggul Sungai Lamasi jebol mengakibatkan air leluasa merayap dan merendam pemukiman serta perkebunan, dan persawahan milik warga.

Dari 8 desa yang ada di Latim, 4 diantaranya, yakni Desa Pompengan Tengah (Pomteng), Pompengan Pantai, Salupao dan Pelalan, tergenang banjir.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Tercatat ada 5 rumah hanyut terbawa arus dan paling parah, sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK), hingga pukul, 18.00 Wita sore kemarin, masih terisolir.

Dari empat desa tersebut, dua diantaranya yang paling parah adalah, Desa Pomteng, sebanyak 207 rumah terendam, satu dilaporkan hanyut terseret arus.
Berikutnya, Desa Pompengan Pantai, dilaporkan 150 KK terisolir, namun informasi yang diperoleh pemerintah setempat, bahwa 150 KK itu saat ini mengungsi di rumah-rumah keluarga yang jauh dari jangkauan banjir.

Sedang, dua desa lainnya, yakni Salupao dan Pelalan, hanya dilintasi air dan saat ini kondisinya sudah membaik.
“Yang paling parah Pomteng dan Pompengan Pantai. Bahkan, 150 KK di Pompengan Pantai, tidak bisa kemana-mana akibat dari akses jalan putus.

Kita berharap, banjir cepat redah dan warga kembali beraktivitas seperti sedia kala,” kata Wakil Bupati (Wabup) Luwu, Syukur Bijak SE, saat memantau langsung situasi dan kondisi di titik banjir, siang kemarin.

Syukur Bijak, tidak sendiri, dia didampingi Kadis Sosial, Masling dan Sekertaris Dinsos, Gasmin serta satu Kabid dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu.
Sekitar 100 meter panjang tanggul jebol, lanjut Syukur Bijak, hingga mengakibatkan air ketinggian mencapai satu meter di pemukiman rumah warga.

Jika dikalkulasi dari data yang terkumpul, sebut dia, ada 357 rumah warga termasuk lima hanyut yang rusak akibat bencana banjir.
Untuk ketanggapdaruratan, masih kata Syukur Bijak, dirinya memerintahkan pemerintah kecamatan agar segera mendirikan tenda sebagai dapur umum.

“Insya Allah, dapur umum akan jadi sore ini (kemarin. Red) kemudian bahan makanan nantinya disuplai ke warga yang membutuhkan,” terangnya. Amir, salah warga yang terkena bencana banjir menuturkan, jelang makan sahur, hujan deras mengguyur Latim. Air dari sungai tiba-tiba meluap dan perlahan masuk ke rumah penduduk.

“Saat itulah, warga panik dan berhamburan keluar rumah. Begitu volume air terus naik, kami pun bergegas menyelamatkan diri dari banjir. Kami tidak pikirkan lagi harta benda, yang ada di kepala bagaimana menyelamatkan diri dan keluarga,” bebernya.
Sekedar diketahui, saat ini warga yang menjadi korban banjir sangat membutuhkan bahan makanan dari pemerintah.

Juga diharapkan, ada solusi yang tepat mengatasi banjir di Latim. Sebab, jika tidak seperti itu, cepat atau lambat Latim akan rata dengan tanah.

Dari data yang dimiliki, sepanjang 2020, sudah dua kali terjadi bencana banjir di Latim, dan banjir kali ini disebut terparah dari sebelumnya.

Lutra

Di Lutra, dua sungai yakni, Sungai Rongkong dan Sungai Salu Ampak meluap.
Luapan kedua sungai tersebut merendam 6 desa yang tersebar di Kecamatan Baebunta, Kecamatan Malangke Barat dan Kecamatan Sabbang.

Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar mengatakan banjir di Luwu Utara terjadi akibat meluapnya Sungai Rongkong dan Sungai Salu Ampak yang merendam permukiman warga sejak pukul 20.30 WITA.

“Luapan Sungai Rongkong merendam Besa Beringin Jaya, Lembang-lembang, di Kecamatan Baebunta, Sementara di Kecamatan Malangke Barat yakni Desa Wara dan Desa Limbong Wara, sedangkan untuk Sungai Salu Ampak merendam Desa Mari-Mari di Kecamatan Sabbang, ini data sementara dimana banjir baru saja meluap,” kata Muslim, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (22/05/2020) dini hari.

Ketinggian banjir yang terjadi pada 6 desa tersebut bervariasi dari 50 sentimeter hingga satu meter. “Data terbaru kami di Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta saat ini air banjir sudah naik hingga 1 meter, warga sebagian mengungsi ke tempat aman dan rumah kerabat,” ucap Muslim.(ded/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.