FEMALE

Ekonomi Bangkit, Sejalan dengan Pencegahan Covid-19

Rafiqah Asaff SE M.Si
Wakil Dekan FE Unanda

Pemerintah berpikir keras bagaimana perekonomian tetap berjalan dan tumbuh sejalan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan, menjadi salah satu cara pemerintah memutus rantai penyebaran Corona. Di sisi lain, geliat ekonomi juga dilakukan. Seperti, membuka pasar, mal, dan transportasi publik.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma (Unanda), Rafiqa Assaf SE M.Si kepada Palopo Pos, Jumat 22 Mei 2020, langkah yang diambil pemerintah dengan membangkitkan kembali aktivitas usaha agar tetap berjalan, semata-mata agar perekonomian tidak stagnan.

Namun, tetap memperhatikan standar kesehatan Covid-19. Misalnya, selalu menggunakan masker di tempat umum, menjaga jarak, dan membiasakan cuci tangan.

Setiap tahun, jelang Idulfitri, seakan punya magnet sendiri dalam meningkatkan geliat konsumsi masyarakat. Ini bisa mengkerek pertumbuhan ekonomi untuk bergerak naik kembali.

Di tengah pandemi Covid-19, tingkat konsumsi melambat karena terganggunya sisi supplay and demand yang berakibat pada menurunnya daya beli konsumen.

Di tengah ketidakpastian kapan berakhirnya Covid ini, pemerintah akan melakukan relaksasi PSBB.
“Sebetulnya bukan saat yang tepat mengingat tren penderita positif masih tinggi di beberapa daerah. Ini adalah keputusan yang dilematis untuk memilih antara kesehatan dan ekonomi.

Jika PSBB terus berlanjut maka dampaknya akan berbahaya bagi ekonomi karena kebertahanan pengusaha hanya sampai bulan Juni. Sementara jika dilonggarkan maka ancaman gelombang II Covid akan mengintai,” ujarnya.

Khusus di Kota Palopo sebagai sentral perdagangan untuk Luwu Raya dan Toraja, meskipun jumlah penderita positif Covid masih rendah diantara tiga kabupaten, sebetulnya tidak boleh membuat kita lengah dan mengabaikan anjuran pemerintah.

“Kita tidak mau Palopo menjadi daerah episentrum baru Covid-19. Karena itu yang diperlukan adalah kesadaran dari masyarakat sendiri mau pilih sehat atau sakit sebab fenomena penularan masih besar dan risiko ekonomi akan jauh lebih besar apabila penularan berlanjut hingga kuartal III,” pungkasnya.(idr)

DATA DIRI

Nama : Rafiqah Asaff SE M.Si
TTL : Palopo, 21 Agustus 1973
Jabatan : Wakil Dekan Fak. Ekonomi Universitas Andi Djemma



Click to comment

Most Popular

To Top
.