Utama

Dikira Lawan, Mahasiswa Batara Tebas Rekannya, Tewas

PALOPO — Hanya dalam hitungan jam, Polres Palopo berhasil mengungkap pelaku utama penganiayaan yang berujung tewasnya salah seorang mahasiswa universitas ternama di Kota Palopo, Muh Imam Gazali (21), dalam tawuran antar dua kelompok pemuda, di Jl Rusa, Kota Palopo, Sabtu dini hari, 27 Juni 2020.

Pelaku tak lain adalah rekan korban sendiri, Fernando Fergiawan alias Nando (26), warga Jl Batara, yang juga sesama mahasiswa salah satu kampus di Palopo.

Nando mengaku, dirinya mengira jika yang ditebas parang adalah lawan tawurannya. Akibatnya, korban Imam mengalami luka robek cukup lebar di bagian belakangnya, yang membuat korban tewas dalam tawuran antar kelompok tersebut.

Korban Imam, warga Jl Andi Tendriajeng Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, ditemukan rekannya sudah tergeletak di pinggir Jembatan Lavender, Jl Veteran Palopo.

Kini, pelaku telah diamankan polisi. Polres menangkap pelaku, Sabtu siang, 27 Juni 2020, sekitar pukul 14.00 WITA, di jalan Batara Kota Palopo.
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Andi Aris Abu Bakar SH MH, mengatakan, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, diketahui jika Nando adalah pelaku pemarangan dalam tawuran itu.

Dari hasil interogasinya, pelaku mengakui perbuatannya, yang melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan sebilah parang, yang mengenai bagian belakang korban.
“Pelaku menganiaya korban, karena pelaku melihat temannya, berinisial P, sedang bergulat dengan korban. Kemudian pelaku menebas korban menggunakan parang, karena mengira korban tersebut lawan tawurannya,” jelasnya.

Setelah pelaku selesai melakukan penganiayaan, parang yang digunakan pelaku disembunyi di dekat SD.
“Pelaku dan barang bukti kini telah diamankan di Polres Palopo guna proses lebih lanjut,” ujarnya.

Kronologi

Tawuran yang menyebabkan tewasnya salah seorang mahasiswa salah satu universitas di Palopo, Muh Imam Gazali (21), diduga karena aksi balas dendam.
Korban beralamat Jl Andi Tendriajeng Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, ditemukan rekannya sudah tergeletak di pinggir Jembatan Lavender, Jl Veteran Palopo, saat meletus tawuran antar lorong.

Dari keterangan Polres Palopo, peristiwa itu diduga bermula dari pemukulan anak Jl Batara, yang dialami Renaldi alias Aldi, dua hari lalu, Kamis 25 Juni 2020.
Pemukulan itu diduga dilakukan anak dari Jl Rusa. Akibat kabar itu, korban Ghazali ke rumah Renaldi, di Jalan Batara, untuk memperjelas kejadian tersebut.

Setelah mendengar cerita tersebut, korban bersama Renaldi membuat rencana untuk balas dendam. Mereka berencana menyerang ke Jl Rusa.
Namun sebelumnya, korban Imam bersama Renaldi sempat ke kampus untuk menghadiri pertemuan bersama teman-temannya.

Tak lama kemudian, korban bersama Renaldi kembali ke rumah Renaldi, di Jl Batara. Saat itu, beberapa teman Renaldi sudah menunggu di Jl Batara.
Mereka merencanakan penyerangan ke Jl Rusa. Namun, korban bermaksud berangkat duluan untuk memancing anak Jl Rusa keluar lorong.

Namun nahas, korban Imam diserang duluan. Ia ditemukan tergeletak di pinggir jembatan, tak jauh dari lorong Jl Rusa dan Jl Batara.
Saat merencanakan penyerangan, Renali dibonceng Ari, yang kebetulan lewat.
Tidak lama kemudian, terdengar suara perempuan berteriak, “kita diserang,” sambil memukul tiang listrik.

Kelompok Jl Batara yang dipimpin Renaldi langsung lari ke arah Jembatan Lavender.
Saat itu, sudah ada anak-anak Jl Batara dari lorong 1 yang terlibat saling serang menggunakan batu dan busur dengan anak Jl Rusa Palopo.
Setelah Renaldi tiba di jembatan, ia melihat korban sudah terbaring di piggir jembatan dalam kondisi luka pada bagian belakang.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bintang Laut, namun tak lama setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal.(cr1/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.