Utama

Jalan Altenatif Rampung Tiga Bulan

RAWAN AMBRUK. Sejumlah rumah berada di pinggir jurang bekas longsor di Kel. Battang Barat. Retakan masih terjadi di sekitar lokasi, sehingga longsor susulan rawan terjadi. Foto direkam menggunakan drone, Sabtu 27 Juni 2020. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Menteri PUPR Bangun Jembatan Gantung 120 Meter di Battang Barat

PALOPO — Pemerintah pusat turun tangan langsung menyelesaikan segera jalan penghubung Kota Palopo dengan Toraja Utara yang putus, Jumat sore, pekan lalu akibat longsor.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono bahkan menyempatkan meninjau longsor di jalan nasional ini, Ahad siang kemarin 28 Juni 2020.
Sebagaimana diketahui, longsor yang terjadi Jumat pekan lalu membuat jalanan terputus di km 23 dan 21. Sejumlah warga pun sempat terisolir.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono tiba di Bandara La Galigo Bua sebelum Zuhur kemarin menggunakan pesawat carteran. Dari bandara, Menteri PUPR langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi longsor didampingi Wali Kota Palopo, Judas Amir, Ketua DPRD Palopo Nurhaenih, Kapolres Palopo, Sekkot Palopo, dan Dandim 1403 SWG.

Di lokasi longsor, Basuki yang tiba dengan mengenakan rompi kuning berlogo Kementerian PU di dada kanan atas, dan bertopi ungu ini melihat lokasi longsor di km 21 dan dilanjutkan di km 23.

Usai peninjauan, Menteri PUPR mengungkapkan berjanji akan segera membenahi akses jalan yang longsor, sehingga normalisasi mobilitas warga dari Palopo ke Toraja Utara dan sebaliknya segera lancar.

“Untuk pekerjaannya dari segala teknis tidak terlalu rumit, mencari jalan alternatifnya yang susah dan untuk pembangunan permanennya membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan dan akan akan dimulai besok (hari ini,red) untuk sementara akan di bangun jembatan gantung yang dapat di akses oleh masyarakat,” ungkapnya.

Jalan keluar akses yang dimaksud Menteri PU adalah berupa pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter dari km 23 ke km 21.
Untuk membuat jembatan permanen, tim PUPR akan melakukan persiapan peninjauan struktur tanah.

MENTERI PUPR, Basuki Hadimuljono melihat gambar lokasi Kelurahan Battang Barat didampingi Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Ketua DPRD Palopo, Hj Nurhaeni Aziz, Sekkot Palopo Firmanza DP, Kapolres Palopo, Dandim 1403 SWG, dan sejumlah pejabat, Ahad 28 JUni 2020 di km 23 Kel. Battang Barat. HUMAS PEMKOT PALOPO

Masih di lokasi sama, Basuki juga mengungkapkan akan mempercepat jalur lain menuju Toraja yakni melalui Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu akan segera diselesaikan.
Jalur ini nantinya dapat digunakan secapatnya bagi siapa saja yang ingin ke Toraja.

“Jalur lain dari Luwu akan segera kita selesaikan. Semoga tidak ada kendala,” imbuhnya.
Penganggaran jembatan permanen jalur Palopo-Toraja juga akan segera dirumuskan.
“Anggarannya akan segera disusun. Kalau untuk bencana seperti ini harus dikebut,” kuncinya.

Sementara itu, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri PUPR yang telah berkesempatan berkunjung dan meninjau langsung bencana longsor Battang Barat. “Semoga segala yang akan diusahakan bersama dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Wali Kota Palopo dua periode ini.
Usai menemani Menteri PUPR ke lokasi bencana, Wali Kota lalu mengantar ke Bandara La Galigo, Bua.

Usai mengantar Menteri PUPR RI, Wali Kota Palopo bersama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Muh. Insal U. Maha melakukan peninjauan untuk pembangunan jalan yang ada di poros Sampoddo-Latuppa, dan Terminal Tipe A Songka yang selanjutnya Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulsel akan melaporkannya ke Menteri PUPR RI.

Wagub

Sebelumnya di hari Sabtu, 27 Juni, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi lokasi lokasi di Palopo. Selain itu, dia juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana longsor. Bantuan berupa santunan, sembako, kompor gas, dan tenda yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak longsor.

“Berhubung kewenangan jalan ada pada Balai Jalan Kementerian PUPR, tim dari pusat akan tiba pada hari Selasa (30/6/2020) untuk melakukan survei. Tetapi kita akan sinergi, pusat, pemprov dan pemda, melihat bersama-sama untuk solusi yang efektif,” kata Andi.
Andi melanjutkan, Pemprov Sulsel, Kabupaten, dan Pusat, telah melakukan koordinasi untuk mencegah adanya longsor.

Alih Fungsi Lahan

Dari Makassar, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah jauh hari mengimbau warga sekitar untuk tidak lagi bermukin di daerah puncak (poros Battang Barat). Pasalnya ia mengaku sempat meninjau lokasi beberapa pekan yang lalu.

“Kami sudah tinjau beberapa minggu yang lalu, kita sebelumnya juga sudah imbau warga untuk tidak lagi bermukim di sana. Nah mungkin salah satu penyebab dugaan sementara, tentu pasti ada perubahan penggunaan lahan jadi pengalih fungsi lahan yang terjadi di atas, didukung curah hujan yang tinggi,” ungkap Nurdin Abdullah.

Ia mengatakan, sebelum musibah terjadi pemerintah telah membuka jalur baru dari Rantepao ke Bua yang lebih dekat dan medannya juga tidak terlalu ekstrem bagi pengendara baik motor maupun mobil.

“Yang pasti saya sudah dapat laporan dari bapak Wali Kota Palopo. Dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada korban jiwa tentu kita berharap teman-teman dari Balai Jalan Nasional bisa segera mengambil langkah-langkah di sana, kita tetap pantau terus perkembangan di sana” jelasnya.

Balai Jalan

PPK BBPJN Sulsel, Harnes mengatakan jika perbaikan penanaganan pasca longsor dilakukan dengan mengerahkan satu uni ekskavator. Meski begitu, kata Harnes untuk badan jalan yang menjadi titik longsor tersebut belum bisa dipastikan untuk kembali normal. Termasuk pihak BBPJN belum dapat memberikan solusi terkait putusnya akses jalan ini.

“Untuk buat melintas kendaraan tidak bisa. Kami juga belum bisa pastikan kapan bisa kembali normal. Saat ini warga hanya membuat jalur alternatif. Itupun hanya digunakan pejalan kaki,” katanya di temui di lokasi.(rul/idr/e)

Data Fakta Kerusakan Longsor di Battang Barat

Tiga Titik Longsor

KM 26 – longsor
KM 23 – longsor
KM 21 – timbunan material longsor dari km 23 dan 26.

Kendaraan yang Terjebak Antara KM 21-23

34 motor
4 bus (jurusan Kendari, Palu)
3 mobil pengangkut gas elpiji
5 mobil pengangkut ternak
15 mobil roda 4

9 Rumah Terkena Longsor
1. Bapak Hanna
2. Bapak Tiara
3. Bapak Dede
4. Ibu Anima
5. Bapak Eva
6. Bapak Mami
7. Bapak Mallang Paledan
8. Tante Lilin
9. Sahina

8 tiang listrik yang tumbang

64 Kepala keluarga yang terkena dampak;
Rt. 1 – 27 Kk, 109 jiwa
Rt. 2 – 37 Kk, 138 jiwa

Alternatif Jalan yang dilakukan Menteri PUPR

– Membuat jembatan gantung dari km 23 ke km 21 sepanjang 120 meter untuk akses jalan kaki dan pemotor.
– Lama pengerjaan jembatan gantung ditarget 3 bulan.



Click to comment

Most Popular

To Top
.