Opini

NEW NORMAL

Oleh: Sarmila Ramsuddin

Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan masyarakat dunia. Guna mencega penyebaran wabah virus corona yang meluas, masyarakat dihimbau bahkan dipaksa untuk tetap tinggal di rumah. Sekolah, bekerja bahkan beribadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja.

Hampir semua negara menghimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika ada kepentingan mendesak. Terkecuali, memang bagi mereka harus keluar dan kegiatannya tidak bisa dilakukan di rumah.

Perubahan tersebut tentu juga berdampak luas pada banyak sektor. Berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjualan retail dan masih banyak lagi. Berjalannya waktu tinggal di rumah tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian.

Sejumlah negara pun mulai meelonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya, walaupun covid-19 masih terus mengancam. Korban jiwa akibat virus corona pun masih etrus bertambah. Disinilah pola hidup baru atau New Normal mulai diimplementasikan.

Menurut Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Prinsip utama dari New Normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerangkan, secara sosial disadari bahwa hal ini akan berpengaruh , karena ada aturan yang disebutkan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Masyarakat akan menjalani kehidupan secara New Normal hingga ditemukannya vaksin dan dapat digunakan sebagai penangkal virus corona.

Beberapa ahli dan pakar kesehatan dunia telah memastikan bahwa kemungkinan paling cepat dapat ditemukannya vaksin adalah pada tahun 2021. Artinya masyarakat harus menjalani kehidupan secara New Normal hingga tahun depan bahkan lebih.

Oleh karenanya perubahan perilaku akan menjadi kunci optimisme dalam menghadapi Cvid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah atau yang dikenal sebagai New Normal.
Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan banyak bisnis terdisrupsi, tetapi sisi baiknya kebutuhan masyarakat dalam mengosumsi vitamin, suplemen meningkat, dan tren menjalankan pola hidup sehat (healthy lifestyle) merebak dimana-mana.

Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 mengubah tatanan hidup baru bagi masyarakat, setidaknya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Situasi ini juga menjadi peluang bagi bisnis lainnya, termasuk industri asuransi dalam menceruk pasar.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin memperhatikan kesehatan dan bila mereka sakit kini mulai memilih layanan kesehatan berbasis aplikasi. New Normal ini membuat masyarakat semakin dekat dengan teknologi kesehatan. Masyarakat kini bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi.

Ketua Apnatel Jabar Boris Syaifullah menilai jika adaptasi kebiasaan baru atau masa transisi ini bisa membangkitkan kembali perekonomian di Indonesia. Dia pun memprediksi bahwa beberapa peluan bisnis akan timbul dibeberapa sektor.

Peluang usaha yang diduga akan muncul pada saat New Normal diantaranya usaha industri farmasi kesehatan, kebutuhan dasar, pokok, dan makanan, digitalisasi dan infrastruktur telekomunikasi packaging frozenfood, alat kesehatan, jual beli kuota internet bahkan tidak menutup kemungkinan usaha frenchise, serta jasa ekspedisi yang akan semakin tumbuh subur di era New Normal ini. Yang menjadi tantangan bagi usaha bisnis dan para investor itu sendiri adalah kehati-hatiannya untuk menjaga jarak, serta selalu menerepkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. (*)

* Penulis: Mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palopo. (*)



Click to comment

Most Popular

To Top
.