Utama

72 Jam Listrik Padam, Warga hanya Andalkan Penerangan Lilin

Pascalongsor di Battang Barat, selain kerusakan pada badan jalan, aliran listrik juga terputus lantaran sejumlah tiang roboh, dan jaringan terbawa longsor.

Sejak kejadian, Jumat sore 26 Juni 2020 sampai Senin sore, kemarin (72 jam), barulah listrik kembali mengalir setelah tim teknis UP3 PLN Palopo turun tangan membenahi sejumlah tiang yang ambruk, dan jaringan kabel yang terputus.

“Alhamdulillah sudah menyala lagi,” kata Ibu Selfi, salah satu warga di km 22 Kelurahan Battang Barat yang ditemui Palopo Pos, Senin sore kemarin.

Ia menuturkan, sejak Jumat kejadian longsor, ia bersama sejumlah warga di km 21 dan km 22 terisolir lantaran badan jalan tertutup material longsor. Selain itu, listrik juga padam, sehingga ketika malam tiba, ia hanya mengandalkan lilin.

“Tiga malam ini kami hanya pakai lilin saja,” ceritanya.
Dari pantauan Palopo Pos di km 22 Kel. Battang Barat, sejumlah teknisi UP3 PLN Palopo melakukan perbaikan jaringan, seperti penggantian tiang listrik yang patah, lalu mengalihkan jaringan dari km 26 langsung ke km 22, lantaran jaringan antara km 26 sampai km 23 putus terbawa material longsor. Pengalihan jaringan ini melewati kebun warga.

Sapar, salah satu kontraktor UP3 PLN Palopo di lokasi menuturkan di km 22 ada sekira 6 tiang listrik yang diganti dari total 11 tiang. Hingga saat ini JTM (Jaringan Tegangan Menengah) yang dinormalkan adalah 7 kms, JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang dinormalkan 0,55 KMS, serta dilakukan pemancangan tiang baru sebanyak11 titik. Tepat pukul 15:30 Wita, Senin sore kemarin, listrik pun mengalir.

Bantuan Mengalir

Pascabencana membuat sejumlah pihak berpartisipasi memberikan bantuan.
Pantauan Palopo Pos, kemarin. Terdapat empat posko sebagai tempat penyaluran bantuan sosial berupa bahan makanan.

Penyerahan bantuan ini diterima Plt Kepala Dinas Sosial Palopo, Awaluddin tepatnya di km 21 tempat dapur umum didirikan. Penyerahan ini juga disaksikan para Lurah yang membawa bantuan bahan makanan mereka masing-masing.

Selain itu, terkait kondisi pascalongsor ini pihak aparat pengamanan gabungan juga mendirikan portal dekat titik longsor dengan tujuan agar warga tidak mendekati titik longsor tersebut yang berada di km 23.

Portal ini juga dijaga selama 24 jam. Sementara warga sekitar yang ingin melintas menyebrangi jalan yang menjadi titik longsor ini memilih jalur alternatif dengan melakukan pendakian sepanjang 400 meter.

“Dari catatan kami sudah ada 20 pihak yang menyumbang. Semuanya berasal dari dalam Kota Palopo Kemungkinan besok ada lagi yang siap menyumbang,” katanya.

Adapun bantuan bahan makanan itu nantinya akan diberikan langsung kepada warga yang terdamapak longsor. Selain itu, kentersediaan bantuan bahan makanan tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan kurang lebih 300 personel dari relawan yang siaga di sekiataran wialah longsor ini. (rul/idr)



Click to comment

Most Popular

To Top
.