FEMALE

Respek, Jujur, dan Disiplin

Irma Suryani Fadilla
Pelatih Taekwondo

Siapa sangka di balik wajahnya yang cantik, dia adalah pemegang sabuk hitam Taekwondo perempuan pertama di Kota Palopo. Atas prestasinya tersebut dirinya berhasil menyandang predikat pelatih Taekwondo dengan murid terbanyak yakni 400 orang lebih di Kota Palopo.

Dia adalah Irma Suryani Fadillah. Sosok perempuan yang satu ini memang dikenal tomboy di dalam keluarganya. Awalnya kenal dengan Taekwondo sebatas bela diri saja. Namun, tak disangka dirinya mampu meraih sabuk hitam pertama perempuan di Kota Palopo dengan kerja keras dan ketekunan, serta kedisiplinan saat berlatih.

Perempuan kelahiran 24 September 1983 menjalani ujian DAN 2 langsung dari Korea. Yang mana sertifikatnya langsung ditandatangani Presiden of Kukkiwon di Korea. Setelah menjalani perjuangan dan kerja keras yang panjang, akhirnya Irma Suryani mampu melewati ujian untuk mengambil sertifikat sabuk hitam DAN 1.

Irma bercerita, awalnya dirinya bergabung dalam kelas taekwondo sejak duduk di bangku SMP. Tempat latihannya di Gedung Saodenrae saat itu. Dirinya rutin melaksanakan latihan bersama teman-temannya di sana. Dan setelah beberapa lama, dirinya pun diberi kesempatan untuk melatih anak-anak usia sekolah, sampai akhirnya ketika menikah kegiatan latihan sempat vakum.

”Setelah menikah dan memiliki anak saya berhenti. Namun tetap mengikuti perkembangan taekwondo di Kota Palopo. Saya lihat perkembangan taekwondo di Kota Palopo saat itu jalan di tempat.

Makanya saya diminta sama Ketua Taekwondo PBTI Palopo untuk kembali melatih anak-anak guna mencari bibit atlet di sekolah,” jelas pehobi mendaki gunung ini saat diwawancarai Palopo Pos, Jumat 10 Juli 2020.
Saat kembali melatih murid-muridnya untuk mencari bibit-bibit atlet di tiap sekolah, Irma belum belum resmi sabuk hitam/DAN 1.

”Tapi berkat kerja keras saya dan mantan suami saya waktu itu, kita bisa memecahkan rekor sebagai pelatih dengan murid terbanyak lebih dari 400 orang di 6 (enam) ranting di 6 (enam) sekolah,” sebutnya, seraya mengatakan dikarenakan pandemi covid-19 saat ini, latihan taekwondo belum kembali dilakukan.
Atas prestasi tersebut, sebutnya, dirinya mendapat bantuan dana dari Ketua KONI Palopo, Aandi Cincing dan Ketua Taekwondo untuk bisa ikut ujian ambil serifikat sabuk hitam DAN 1.

Irma menjelaskan, ada tiga prinsip hidup Taekwondo yang selalu ia berikan kepada muridnya dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kepada dirinya juga.
Pertama, Respek. Anggota taekwondo terdiri dari tingkatan-tingkatan tertentu. Nah, setiap tingkatan harus memiliki rasa respek kepada yang lainnya.

“Ketika saya sebagai murid sudah bisa mencapai tingkatan yang sama seperti guru saya, itu harus tetep hormat. Enggak menyepelekan,” ujar Irma.
Kedua itu jujur. Menurut Irma, kejujuran merupakan hal yang harus dimiliki setiap atlet taekwondo agar bisa sukses dan meraih prestasi.

“Kejujuran penting sih, misalnya kalau pas latihan harusnya melakukan 100 tendangan, kalau kita bohong cuma melakukan 80 tendangan, itu rugi buat kita,” ujarnya.

Dan yang ketiga, disiplin. Menurutnya, salah satu kunci kesuksesan dari atlet taekwondo adalah disiplin.
Untuk menjadi atlet yang berprestasi, tentunya harus rajin dan disiplin dalam berlatih. “Atlet kalau enggak disiplin enggak bakalan sukses,” tuturnya. (rhm/idr)

BIODATA

Nama : Irma Suryani Fadilla
TTL : Palopo, 24 September 1983
Pendidikan : Alumnus SMKN 2 Palopo
Pekerjaan : Pelatih Taekwondo dan Pemandu Wisata
Hobi : Pecinta Alam dan Mendaki
Prestasi : Pemegang sabuk hitam Taekwondo tertinggi pertama perempuan di Kota Palopo
Pelatih Taekwondi dengan Murid Terbanyak 400 Orang Lebih



Click to comment

Most Popular

To Top
.