Opini

Indah dan Masyarakat Lutra Tidak Sendiri

By * Andrie Islamuddin
(Wartawan Harian Palopo Pos Belopa)

Jumat pagi ini (17/7) Bupati Luwu Utara Hj Indah Putri Indriani memberikan keterangan di stasiun TV Swasta Nasional tentang bencana banjir bandang lumpur pasir yang menimpa daerah Luwu Utara pada Senin malam (13/7)
Wajah anggun yang kerap muncul dalam media sosial facebook dan instagram-nya nampak tidak terlihat. Bahkan dengan mengenakan baju dinas BPBD Luwu Utara, alumni Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo angkatan 1995 ini nampak sayu dan sendu dengan mata yang sedikit membengkak, menandakan ia sangat sedih namun terlihat tegar serta menyembunyikan letih dan duka mendalam memikirkan bencana yang memporak porandakan wilayah yang di kenal dengan sebutan Bumi Lamaranginang itu

Sosok Alumni Program Studi Hubungan Internasional FISIPUniversitas Hasanuddin Makassar ini memberikan keterangan, banjir bandang lumpur dan pasir yang terjadi itu untuk sementara menyebabkan 58 warga Luwu Utara dilaporkan hilang dan 32 orang dinyatakan meninggal dunia dan ini menjadi tragedi kemanusiaan.

Indah Putri sosok Bupati perempuan yang feminim itu boleh saja bersedih dan sebagai sosok pemimpin itu manusiawi. Tetapi ketahuilah, Mantan Wakil Bupati Luwu Utara ini tidak sendiri memikirkan duka yang menimpa masyarakatnya.

Tengoklah, sejak bencana terjadi Senin malam, berbagai elemen masyarakat dari luar Kabupaten Luwu Utara sudah memperlihatkan rasa empatinya, bahkan daerah tetangganya seperti Kabupaten Luwu daerah yang dipimpin Bupati H Basmin Mattayang pada hari Selasa pagi bergerak menuju Bumi yang terkenal dengan endemik Bunga Masambanya itu, bantuan logisitik, Tim Reaksi Cepat BPBD Luwu dengan di back-up tenaga medis langsung bercokol di titik lokasi yang parah terdampak banjir.

Indah dan masyarakat Luwu Utara tidak sendiri….

Bencana kemanusiaan itu betul-betul menggugah kemanusiaan setiap entitas dari berbagai daerah. Saat saya memasuki daerah itu menggunakan kendaraan Jip Offroad pada Selasa malam lalu bersama sahabat saya, Ahmad Jamal Brothers (Borneo Group Belopa) dan mantan Sekcam Bupon Amar, iringan kendaraan bermuatan bantuan logisitik dan sandang bergerak dari arah selatan Lutra menuju Posko Bencana Lutra di Radda dan ratusan kendaraan lainnya berupaya memasuki Kota Masamba bahkan hingga ke pelosok Meli.

Indah Putri Tidak Sendiri.
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Selasa sore lalu didampingi Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak dan Anggota DPR RI Muhammad Dhevy Bijak juga mengunjungi Luwu Utara. Pula Wakil Rakyat DPRD Propinsi Sulsel juga memperlihatkan kepeduliannya, seperti yang diperihatkan Srikandi Legislator partai Demokrat Fadriaty Asmaun yang turut berbagi duka dengan memberikan sumbangsih sembako dan pakaian layak pakai dan berbagai keperluan yang dibutuhkan masyarakat Lutra yang saat ini sedang dikepung lumpur pasir dengan ketinggian 1 – 4 meter di rumah-rumahnya

Indah dan masyarakat Lutra tidak sendiri…

Bencana banjir bandang yang melanda Kota Masamba, Ibukota Lutra dengan Topografi yang diapit dan dibelah sungai-sungai besar itu juga mengundang keprihatinan pemerintah pusat.
Kamis (16/7) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, turut memperlihatkan dukungan dan ungkapan keprihatinan. Bahkan sudah memberikan solusi untuk penanganan dampak banjir bandang yang menurut laporan BPBD Lutra ada sekitar 15.994 jiwa yang terdampak dan ada 4.930 rumah yang terdata diterjang banjir lumpur pasir itu dengan ketinggian 1 hingga 4 meter itu

Indah dan masyarakat Lutra tidak sendiri…

Berbagai aktivis lingkungan juga memberikan masukan berharga kajian penyebab banjir yang konon meluluh lantakkan gunung diatas ketinggian Kota Masamba yang membawa material lumpur dan kayu gelondongan, yang menerjang Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat tersebut

Mengutip dari Antara News, Kakanda saya
Direktur Eksekutif Junal Celebes Mustam Arif menerangkan, banjir bandang di Lutra adalah bencana ekologis akibat degradasi lingkungan

Mustam menjelaskan bencana banjir bandang di Masamba ini terjadi hampir sama di semua wilayah di Indonesia yang rentan, akibat perencanaan pembangunan yang kurang memberi porsi dan memperhitungkan daya dukung lingkungan. Curah hujan yang tinggi itu adalah pemicu, dan risiko alamiah dari perubahan iklim lantaran pemanasan global juga karena kerusakan lingkungan.

Curah hujan tinggi yang merupakan dampak anomali iklim ini memicu terjadi banjir bandang, karena hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong dengan berapa sungai di sub DAS Luwu Utara, terutama di Masamba dan sekitarnya tak mampu lagi menahan beban hidrologis di tanah yang tutupan hutannya sudah kritis.

Secara topografis, Luwu Utara, Luwu Timur, sebagian Toraja sampai ke wilayah Sulawesi Tengah merupakan perpaduan geologis wilayah dataran tinggi Verbeek dengan dataran-dataran rendah yang memiliki tanah subur. Karakteristik tanah subur adalah tanah yang umumnya gembur mestinya tetap direkat oleh tumbuhan atau pepohonan.

Tetapi ketika hutan dibuka untuk perkebunan/pertanian dan industri ekstraktif berupa tambang, akan merusak daya dukung ekologis kawasan tanah-tanah yang subur itu.

Aktivis pimpinan lembaga yang fokus pada lingkungan ini menyatakan, Tragedi Masamba harus menjadi pembelajaran bagi wilayah-wilayah lain, khususnya di gugusan dataran tinggi dan dataran rendah di Luwu Raya agar senantiasa mengedepan dan memokuskan kebijakan pemerintah yang harus membasis dan mengedepankan aspek lingkungan

Indah Putri dan Masyarakat Lutra Tidak Sendiri…

Akhirnya, saya salut dengan simpati dan empati seluruh elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Luwu dan Sulsel pada umumnya. Semuanya bergerak untuk saudara saudara kita di Luwu Utara yang sedang dirudung duka nestapa

Terima kasih Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, Ketua PMI Luwu H. Andi Mudzakkar, Ketua FKS Luwu Hj Hayarna Basmin, Ketua KNPI Sulsel Arham Basmin, Ketua Apdesi Luwu, Arfan Basmin, Segenap Anggota DPRD Luwu, Berbagai Organisasi Profesi dan Ormas di Luwu, Berbagai Ikatan Alumni, termasuk Alumni PMDS, Berbagai Komunitas, Termasuk Jip Belopa, Para Camat, Kepala Desa se- Kabupaten Luwu, LSM dan teman-teman insan pers Luwu serta segenap elemen masyarakat Luwu yang sudah berkontribusi nyata demi Kemanusiaan di Luwu Utara.

Voltaire., Penulis dan Filsuf Perancis mengatakan,

” Saya Tahu Tidak Ada Orang-orang Hebat Kecuali Mereka Yang Memiliki Pengabdian Besar Kepada Kemanusiaan ”

Ketahuilah, Kalian semua orang-orang Hebat ! Ditengah Penduduk Lutra yang tidak berdaya dan berduka, Kalian hadir ditengah mereka untuk saling menguatkan. Menguatkan Demi Kemanusiaan

# Wallahu Alam Bisshowab
Belopa, Warkop 23, Jumat 17 Juli 2020



Click to comment

Most Popular

To Top
.