Opini

UNANDA Peduli Banjir Bandang di Lutra

OLEH: Idawati
Dosen pada Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo

Masamba adalah Ibukota Kabupaten Luwu yang berjarak (430 Km ke arah Utara Kota Makassar, Ibu Kota Propinsi Sulawesi Selatan. Posisi georafis Kabupaten Luwu Utara ini berada di jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan antara Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Kabupaten Luwu Utara terdiri dari 11 Kecamatan dan 171 Desa dan merupakan wilayah yang memiliki iklim tropis. Menurut Kepala Bidang Analis Variabilitas Iklim BMKG mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten ini memang termasuk dari salah satu daerah di Indonesia yang curah hujannya selalu tinggi sepanjang tahun, bahkan fenomena alam seperti el nino pernah terjadi pada Tahun 2015 silam. Hal inilah yang menjadi faktor pemicu utama terjadinya BANJIR BANDANG pada hari Senin, Tanggal 13 Juli 2020 pukul 01.20 WITA lalu.
Banjir Bandang ini, yang dipicu oleh perubahan iklim ekstrim la nina yang ditandai oleh hujan yang terus-menerus turun selama beberapa hari, sehingga menyebabkan tiga sungai yang berada di Kabupaten Luwu Utara meluap yaitu Sungai Sabbang, Radda dan Masamba. Banjir ini membawa material lumpur bercampur pasir yang menutupi rumah warga di beberapa wilayah sekitar sungai tersebut dengan ketinggian 2,5 meter bahkan lebih dan sudah menelan korban jiwa. Bahkan hingga berita ini dirilis, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan.
Pencarian korban dan proses pemulihan wilayah serta pengerukan material lumpur di jalan trans masih terus berjalan, demikian pula penanganan warga pasca bencana yang berada di camp pengungsian menjadi sangat penting.
Dr. Idawati, S.P.,M.Si selain selaku Ketua LPM, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru TA. 2020/2021, beliau juga sebagai dosen pada Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo, pada hari itu juga mengajak rekan-rekannya di Fakultas Pertanian dan mendapat respon dari pimpinan Fakultas yakni Bapak Muh, Yusuf Idris, S.P.,M.P untuk melakukan tindakan peduli dengan berkunjung langsung ke tempat kejadian.
Senin siang, 13 Juli 2020 tim dari Fakultas Pertanian dalam hal ini Dekan, Wadek dan 2 Ketua Program Studi Yakni Agroteknologi dan Agribisnis berkunjung langsung dengan menyalurkan bantuan ala kadarnya dari donasi rekan-rekan dosen di Faperta dan Fakultas Hukum Unanda serta memberikan semangat kepada warga yang terdampak. Pada kunjungan perdana, tim hanya dapat menjangkau Desa Radda yang merupakan wilayah terparah yang mengakibatkan terputusnya jalan trans Sulawesi. Di Wilayah ini ada sekitar (100 unit rumah yang hilang, demikian pula wilayah sekitarnya yakni Kampung Meli ada 8 rumah hilang terbawa arus air.
Satu hari berikutnya, Tim Faperta kembali mengunjungi wilayah pasca bencana dengan terfokus pada mahasiswa yang terkena dampak banjir bandang tersebut. Tercatat mahasiswa pertanian atas nama Ardi, mengalami dampak terbesar dimana posisi rumahnya berada di Desa Radda tertimbun material lumpur dan hanya bisa menyelamatkan nyawa bersama keluarganya. Selain itu, terdapat beberapa mahasiswa yang terdampak dan mengungsi di beberapa tempat berbeda diantaranya Dewi, Yeyen Saputri, Haerul, Ainun dan lain-lain.
Aksi peduli tim Faperta Unanda ini, merupakan aksi awal yang setelahnya dilanjutkan aksi Tim Komunitas Pencinta Sedekah Fakultas Ekonomi melalui Humas UNANDA, Nunung Mirsang S.AN, Wakil Rektor II, Bapak DR. Bahtiar yang turun langsung ke lokasi bencana dengan terus melakukan penggalangan dana dan bantuan logistik yang diikuti oleh fakultas lain serta Organisasi Mahasiswa dan alumni se-Universitas Andi Djemma. Melalui aksi peduli, pasca bencana telah didirikan POSKO PEDULI BENCANA Universitas Andi Djemma di wilayah pengungsian warga di perkebunan kelapa sawit jalan menuju Kampung Meli yang merupakan sebaran relawan dari 7 Fakultas dan UKM Mapala, UKM KSR PMI. Selain itu, Unanda Trauma Healing Centre siap mendampingi para pengungsi melalui pemberian dongeng pada anak-anak yang dilakukan oleh Irwan Iskandar, S.E bersama dengan timnya. Posko dan semua aksi peduli terselenggara atas dukungan penuh oleh Bapak Rektor DR Marsus Suti, M. Kes beserta seluruh jajaran civitas akademika dan segenap pengurus Yayasan To Ciung Universitas Andi Djemma, Palopo. Semoga Masamba kembali cepat pulih dan seluruh warga dapat beraktifitas seperti semula….Aaamiin.



Click to comment

Most Popular

To Top
.