Pendidikan

Anak Yatim Piatu, Fakir Miskin, dan Duafa Asal Luwu Raya Gratis Mondok di Pesantren Yuhana Four Dalle

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Yuhana Four Dalle, Dr. H. Lebba Kadorre P., M.Si, saat bersama santri

PALOPO– Anak-anak fakir miskin yang ada di Luwu Raya, boleh tersenyum. Mereka tidak usah berkecil hati untuk menuntut ilmu karena keterbatasan biaya. Karena, Pondok Pesantren Yuhana Four Dalle, akan menggratiskan bagi mereka.

Selain fakir miskin, anak yatim piatu, duafa, dan anak terlantar juga bisa mengenyam pendidikan di pesantren ini .

Pondok pesantren yang berada Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel, saat ini sudah membina ratusan santri sejak diresmikan oleh Gubernur Sulsel, 7 Juli 2019 lalu.

Ketua I Pondok Pesantren Yuhana Four Dalle, M Syafril Marib Setiawan L

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Yuhana Four Dalle, Dr. H. Lebba Kadorre P., M.Si, Kamis, 30 Juli 2020, mengatakan pesantren ini pada prinsipnya memang gratis. Hanya saja, bagi yang santri yang orang tuanya mampu, mereka hanya menyediakan fasilitas berupa akomodasi. Seperti kasur dan ranjang mereka yang biayai termasuk makannya.

 

Dr. H Lebba Kadorre P, M.Si yang juga wija to Luwu ini, melanjutkan, pondok pesantren yang dibinanya itu mendidik dan membina santri, mulai dari tingkat PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi.

”Dan sebagai langkah awal, dibuka dan menerima santri untuk jenjang pendidikan SMP-IT, SMA-IT, dan Tahfidz Qur’an,” bebernya seraya mengatakan bahwa untuk tahun ajaran baru 2020-2021, menerima Tahfidz, SMP IT dan SMA IT.

Khusus untuk tenaga pengajar, Dr H Lebba Kadorre mengatakan, tidak diragukan lagi. Mereka alumni yang cukup berkompeten.

Untuk susunan pengurusnya sendiri, terdiri dari Gubernur Sulsel, Bupati Gowa, Kakanwil Kemenag Sulsel, Ketua MUI Gowa, Kapolda Sulsel, dan Kodam XIV Hasanuddin sebagai pembina.

Sementara pengurus sendiri adalah Ketua Umum Dr H Lebba Kadorre P, S.Ag, M.Si, Ketua I M Syafril Marib Setiawan L, Ketua II Abd Hafid Masnur, SPsi, Sekretaris Dr. H. Mustadin Taggala, S.Psi, M.Si, dan Bendahara Avrilia Ananda, S.Pd.

foto bersama pengurus Pesantren dan santri

 

Adapun visi dan misi pondok pesantren ini, di antaranya menjadi lembaga islamiyah yang unggul dalam bidang sosial, pendidikan keagamaan dan kemanusiaan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berakhlatul Karimah, berpendidikan dan berkarakter.

Sementara misinya, membangun pusat dakwah, sosial dan pendidikan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Juga, menyelenggarakan berbagai Layanan Sosial dalam membantu Perberdayaan Ummat.

”Juga, meningkatkan Pendidikan Keagamaan yang unggul pada semua unit pendidikan di bawah Yayasan,” kata Dr Lebba.

Selain itu, lanjutnya, juga mengantarkan anak yatim piatu, fakir miskin yang beragama islam sebagai bagian dari muslim yang
Berpendidikan dan Bermartabat.

Sementara tujuannya adalah meningkatkan SDM dan Fasilitas Pendidikan Keagamaan yang memiliki Keunggulan Kompetitif dan Komparatif yang handal.

Selain itu, juga Mengembangkan Dakwah di Masyarakat demi terciptanya masyarakat yang Unggul dalam IMTAQ dan IPTEK.

Tujuan lainnya adalah, meningkatkan partisipasi Lembaga dalam pelayanan sosial (kesehatan, olahraga, danlainnya).

”Juga membantu Pemerintah dalam Mewujudkan Wajib Belajar.

Pondok pesantren ini dibangun di atas tanah 20 hektar yang selanjutnya kembali akan dibuka 30 hektar untuk pendidikan. Juga, menjalin kerjasama dengan pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya.

”Kami juga memberikan santunan beasiswa kepada Anak Yatim dan Dhuafa. Juga, membekali tenaga-tenaga pengajar yang professional dan ikhlas,” bebernya.

Selain itu, juga membangun usaha lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu, Dr H Lebba mengulas sejarah berdirinya pesantren ini. Yakni, berkat tangan dingin dari H. Ruslan dan Ibu Hj. Rosani Kalijo. Berkat dia, pesantren ini pun memulainya dengan mendirikan Yayasan Yuhana Four Dalle yang menjadi tonggak dan dasar Utama berdirinya Pondok Pesantren Yuhana Four Dalle pada tanggal 17 Oktober 2014.

Sejak tahun 2014, pembangunan terus dilakukan mulai dari pembangunan masjid, ruang kelas, asrama santri hingga peternakan sapi dan kambing.

”Berkat niat tulus Bapak H. Ruslan dan Ibu Hj. Rosani, pondok pesantren ini dapat berdiri dan berkembang menjadi Pusat Pendidikan Islam yang dapat melahirkan sosok penerus bangsa yang dibekali dengan IPTEK dan IMTAQ,” katanya.

”Dan sebagai langkah awal, akan dibuka dan menerima santri untuk jenjang pendidikan SMP-IT, SMA-IT, dan Tahfidz Qur’an,” bebernya. (uce)



Click to comment

Most Popular

To Top
.