Ragam

Viralkan, Jadi Ikon Tana Luwu

*Webinar “Jejak Kepahlawanan Opu Daeng Risaju”

PALOPO — Balai Penelitian dan Pengembangan Agama (BLA) Makassar bekerja sama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar webinar “Jejak Kepahlawanan Opu Daeng Risaju” melalui aplikasi zoom, Kamis, 24 September 2020.

Empat narasumber secara bergantian berbicara pada virtual meeting yang dimoderatori Hamsiati (BLA Makassar). Yang pertama Dr Hj A Ria Warda MMAg (Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Palopo), lalu Sharma Hadeyang (Penulis dan Budayawan Luwu), Idwar Anwar (Sastrawan Luwu, Penulis Novel Opu Daeng Risaju), dan Abu Muslim (Peneliti BLA Makassar).

Ending diskusi, viralkan Opu Dg Risaju sebagai ikon Tanah Luwu, tokoh pejuang perempuan yang spektakluler, dan tokoh teladan dan inspirasi generasi milenial Indonesia. Kenapa? pejuang nasional perempuan pertama asal Sulsel ini masih kurang dikenal masyarakat Indonesia. Bahkan generasi sekarang lebih mengenal tokoh fiktif seperti Superman, Batman, dan lainnya.

Pada sesi tanya jawab, mengemuka seruan untuk lebih mengenalkan Opu Dg Risaju kepada masyarakat. Dimana, Dr Ria Warda setuju memperperkenalkan Risaju dalam bentuk novel sebagaimana yang ditulis oleh Idwar Anwar. Bisa juga dalam bentuk dongeng. Agar masyarakat lebih cepat paham dan lebih tertarik.

Kemudian, kepada anak milenial, dalam bentuk film, atau fiksi yang dilengkapi dengan data valid tentang perjalanan hidupnya. ”Sehingga anak-anak tahu ketokohan Opu Daeng Risaju, bagaimana perjuangannya,” ucap Ria Warda.

Sementara Sharma Hadeyang, melihatnya sebagai tantangan yang luar biasa. Karena generasi kita hari ini, lebih banyak nonton film luar negeri maupun sinetron. Namun hal itu jadi penyemangat, agar ke depan, generasi muda bisa lebih kenal Opu Dg Risaju dibanding tokoh fiksi.

Saat ini, lanjut Sharma, ia telah menyusun naskah akademik kurikulum muatan lokal dan sejarah Luwu di Kab. Luwu, mendirikan sekolah budaya Luwu. Melalui pelajaran sekolah Opu Dg Risaju bisa dikenal anak-anak. Menjadikan buku Opu Dg Risaju sebagai bacaan wajib semua jenjang pendidikan.

Juga perbanyak event yang mengkomunikasikan tentang figur Opu Dg Risaju. Yang paling bagus, lewat novel yang sudah dimulai Idwar Anwar. Ke depan, melalui film pendek, maupun film dokumenter yang sudah pernah diputar di Tanah Luwu.

Sementara Idwan Anwar memaparkan, dalam novel Opu Daeng Risaju setebal 500 halaman yang ia tulis, merupakan gabungan sastra dan sejarah. Sejarah yang mengemukaan gambaran hal-hal nyata tentang Opu Dg Risaju. Sedang sastranya berisi imajinasi agar orang lebih tertarik membaca dan mudah memahaminya.

”Dibandingkan jika penulisan model sejarah, yang disesaki data dan ulasan, membuat orang bosan membacanya,” terang Idwar, orang pertama yang membuat buku Eksiklopedia Sejarah dan Budaya Luwu di Sulsel.
Untuk diketahui, webinar ini dibuka secara resmi Wakil Rektor III IAIN Palopo, Dr Muhaimin. Kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala BLA Makassar, Saprillah. Diikuti 81 partisipan, diantaranya guru besar Unhas/tokoh Tanah Luwu Prof Baharuddin Mappangaja, Rosna Daud (cucu Opu Dg Risaju/Sekretaris KPU Maros), Haeril Al Fajri (motivator muda Sulsel), dan lainnya.

Macan Betina dari Timur

Opu Daeng Risau adalah sosok perempuan pejuang dan perintis kemerdekaan RI yang berawal dari kaum bangsawan Luwu, memiliki keberanian serta ketenangan jiwa mendarah daging dalam tubuhnya demi mewujudkan Indonesia sebagai sebuah negara yang merdeka tanpa adanya penindasan dari siapa pun.

Sosok pribadi Opu Dg Risaju yang sederhana dan otodidak, rela menanggalkan gelar kebangsawanannya dengan ketulusan jiwa dan keagungan pikirannya. Beliau berjuang demi rakyat Indonesia. Karena keberaniannya, Belanda menjulukinya “macan betina dari Timur”.

Opu Dg Risaju adalah salah satu pahlawan perempuan asal Sulsel yang tidak mengenyam pendidikan formal. Tapi ia menyelaraskan semangat kemerdekaan karena melihat tingkah laku Belanda. Ia melakukan pemberontakan terhadap tentara NICA pada tahun 1946 dan ditangkap beberapa bulan kemudian. Ia mengalami penyiksaan hingga tuli sampai akhir hayatnya. (ikh)



Click to comment

Most Popular

To Top
.