Tingkatkan Produktivitas Perkebunan, Bupati Luwu Utara Tanda Tangani MoU Bersama BRIN Unanda

  • Bagikan

Nampak Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dengan Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, Penilaian Keberlanjutan, Ecodesign dan Ekologi BRIN Nugroho Adi Sasongko, saat penandatanganan MoU, Kamis 10 November 2022 di Kantor Bupati Luwu Utara. --ist--

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, MASAMBA -- Dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil perkebunan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melakukan Kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional Unanda.

Kerjasama tersebut dicantumkan dalam penandatanganan MoU antara Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dengan Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, Penilaian Keberlanjutan, Ecodesign dan Ekologi BRIN Nugroho Adi Sasongko, Kamis 10 November 2022 di Kantor Bupati Luwu Utara.

Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, Penilaian Keberlanjutan, Ecodesign dan Ekologi BRIN Nugroho Adi Sasongko mengatakan penandatanganan ini tentang kerjasama sistem produksi berkelanjutan dan penilaian daur hidup pada usaha tani kakao berkelanjutan.

Menurut Adi Sasongko BRIN melaksanakan tugas teknis penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan serta intervensi dan inovasi di bidang sistem produksi berkelanjutan dan penilaian daur hidup.

Tujuan kerjasama ini adalah melaksanakan kerjasama riset sistem produksi berkelanjutan dan penilaian daur hidup pada usaha tani kakao berkelanjutan dalan rangka mendukung industri pangan ramah lingkungan, ungkapnya.

Sementara Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini.

''Karena, perlu kita tahu tidak ada lagi kebijakan pemerintah tanpa kajian banyak hal yang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan daya saing daerah
kunci inovasi itu adalah keberlanjutan karena yang paling susah itu adalah menggerakkan bagaimana melakukan kajian dan inovasinya,'' terang Indah sapaan akrab Bupati Perempuan Pertama di Sulsel ini.

Lanjut Indah, bisa kita replikasi untuk kakao dikabupaten luwu utara sudah kita buat peta jalan atau roadmapnya hingga tahun 2042 tinggal kita integrasikan.

Tujuannya bagaimana lingkungan terjaga. Petaninya sejahtera dan produktif tetapi tetap berwawasan lingkungan.

''Sekali lagi terima kasih dan selamat datang. Yang paling penting adalah menyamakan persepsi, apa yang perlu kita intervensi, apa yang perlu kita kerjasamakan, dan saya yakin SKPD terkait juga akan mensupport. (junaidi rasyid)

  • Bagikan