Flu Tomat, Penyakit Langka yang Rentan Menyerang Anak-anak, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

  • Bagikan
--ilustrasi--

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Flu tomat adalah penyakit langka yang rentan menyerang anak-anak.

Flu tomat adalah penyakit yang telah dilaporkan terjadi di India sejak Mei 2022. Per laporan 24 Agustus lalu, lebih dari 80 kasus dari penyakit ini telah diidentifikasi di negara tersebut.

Penyakit virus yang terbilang langka ini dapat menimbulkan ruam merah, iritasi kulit, dehidrasi, hingga melepuh dengan kulit menyerupai tomat. Penyakit menyasar area tangan, kaki, dan mulut.

Sebagian besar kasus flu tomat, anak-anak berusia 1 hingga 9 tahun rentan terserang penyakit ini. Orang dewasa jarang mengalami penyakit ini karena sudah memiliki sistem imunitas yang cukup kuat sehingga terlindungi dari virus penyebabnya.

Flu tomat disebabkan oleh virus bernama coxsackievirus.

Efek yang disebabkan oleh flu tomat adalah kondisi yang menyebabkan timbulnya lepuhan yang mirip seperti tomat.

Karena disebabkan virus, flu tomat bisa menyebar melalui droplet pengidap yang terinfeksi.

Dan seperti halnya COVID, penderita flu tomat dapat mengontaminasi benda-benda di sekitarnya.

Flu tomat dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan cara menggunakan barang pribadi yang terkontaminasi coxsackievirus.

Orang juga bisa kena flu tomat akibat menggunakan barang secara bergantian.

Seseorang bisa terkena flu tomat lantaran tinggal di tempat dengan sanitasi yang buruk.

Flu tomat bisa ditularkan ke orang yang tidak mencuci tangan sebelum makan, juga berpotensi terkena flu tomat.

Berikut ini beberapa gejala flu tomat seperti dikutip FIN dari Halodoc:

  • Ruam merah yang menyerupai tomat
  • Rasa lelah berlebihan
  • Kram di bagian perut
  • Nyeri di bagian sendi
  • Sakit perut dan diare
  • Batuk, pilek dan bersin-bersin
  • Mual dan muntah
  • Sakit di sekujur tubuh.

Cara Mencegah Flu Tomat pada Anak

Memang pencegahan adalah obat yang paling baik untuk dilakukan. Pastikan untuk mencegah tomat flu dari anak dengan menerapkan beberapa caranya, seperti:

Hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.
Ajari anak tentang virus ini dan dampak buruknya saat menyerang tubuh.
Ajarkan anak tentang gejala dari flu tomat, sehingga ia bisa menjaga jarak dengan orang yang mengalaminya.

Beritahu anak untuk tidak melakukan kontak fisik, atau berada dekat dengan anak yang alami gejala penyakit tersebut.

Jaga kebersihan diri dan hentikan aktivitas yang meningkatkan risiko flu tomat, seperti mengisap ibu jari atau mengorek hidung.

Cegah untuk berbagi mainan, pakaian, atau hal lainnya.
Jaga anak agar tetap terhidrasi.

Perkuat imunitasnya dengan memberikan makanan kaya nutrisi.
Ajarkan anak menggunakan sapu tangan saat batuk atau bersin, guna mencegah penyebarannya.

Mandikan anak dengan air hangat untuk membersihkan kulitnya.
Pengobatan Flu Tomat pada Anak yang Terinfeksi

Flu tomat dipercaya dapat sembuh dengan sendirinya dan belum ditemukan obat khusus untuk menanganinya. Jika Si Kecil terkena penyakit ini, pastikan untuk mendapatkan isolasi mandiri. Sebab, penyebarannya dapat terjadi dengan cepat dari satu orang ke orang lainnya.

Anak yang terinfeksi diminta untuk mendapatkan isolasi selama 5-7 hari. Selain itu, pastikan juga untuk memberikan lebih banyak cairan pada anak untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Untuk menghilangkan ruam, gunakan spons yang dicelupkan pada air panas.

Pastikan juga agar anak tidak menyentuh atau bahkan menggaruk lepuhan yang terbentuk. Jika lepuhan pecah, infeksinya bisa menyebar dan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Hal yang perlu disadari setiap orang tua, yaitu penyakit ini sangat menular melalui kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi. Selain itu, pastikan juga anak mendapatkan asupan makanan yang sehat dan vitamin, agar sistem imunitasnya tetap maksimal. Sehingga, virus tidak mudah untuk menyebarkan infeksinya. (FIN/JPNN/PP)

  • Bagikan