Polisi Kantongi Diduga Pelaku Pembunuh Feny Ere

  • Bagikan
ILUSTRASI

Kasat AKP Sayed Ahmad: Dalam Pengejaran, Sahabat Duga Mantan Pacar Korban

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, PALOPO -- Proses penyelikan dilakukan polisi terhadap pelaku pembunuh Feny Ere (28) yang sempat dilaporkan hilang (26/01/2024) dan ditemukan setahun kemudian tinggal kerangka, itu menemukan titik terang. Polres Palopo yang dibackup Polda Sulsel, sedang mendalami sosok yang diduga pelaku.

Seperti disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Sayed Ahmad. A saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Februari 2025.

Kata Sayed Ahmad. A, menjelaskan, jajarannya bersama Resmob Polda Sulsel telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tempat ditemukanmya mobil almarhumah di salah satu rumah kosong di Makassar.

Dari rangkaian penyelidikan yang telah dilakukan, itu kemudian mengarah ke sosok diduga sebagai pelaku.
"Kami bersama Resmob Polda Sulsel telah melakukan olah TKP, tempat mobil almarhumah ditemukan di Makassar. Kami masih sementara mengejar pelakunya dan mendaliminya.

Do'a kan semoga cepat terungkap dan ditangkap," ucap Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Sayed Ahmad.
Saat dipertegas siapa terduga pelakunya, Kasat belum mau membeberkan kepada Palopo Pos.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan sadis dialami sales salah satu dealer mobil di Kota Palopo ini, juga menjadi perhatian serius oleh pimpinan di Mabes Polri. Kemudian menjadi "pekerjaan rumah" (PR) Polda Sulsel bersama Polres Palopo.

Seperti disampaikan Kasi Humas, AKP Supriadi dalam berita sebelumnya.
"Kasih ini menjadi perhatian pimpinan di Mabes Polri. Ini menjadi atensi bagi kami, dan do'a kan tim Polres Palopo bersama Polda Sulsel segerah mungkin mengungkap dan menangkap pelaku," ucap Supriadi dalam berita sebelumnya.

Dilansir dari berita sebelumnya, salah seorang sahabat korban yang sempat ditemui Palopo Pos di Jl. Pongsimpin, kediaman orangtua almarhumah. Itu bercerita panjang lebar. Mulai dari kronologis malam terakhir sebelum korban dikabarkan hilang. Hingga ditemukan bercak darah di dalam kamarnya.

Sumber yang enggan disebutkan identitasnya, menduga, almarhumah dibunuh di dalam kamar. Sebelum dibawa pergi dari lokasi kejadian.
Pelaku juga juga diduga merupakan orang terdekat dan bahkan memiliki hubungan spesial dengan korban.
Dari dua orang yang dicurigai, salah satu diantaranya diduga kuat sebagai pelaku. Itu berdasarkan sepengetahuan sumber yang bersahabat lama dengan almarhumah.

Menurut sumber, terduga pelaku dikenal sebagai sosok yang tempramen dan kerab kali ringan tangan menganiaya korban. "Saya sangat kenal ini almarhumah. Saya kenal dan bersahabat dengan almarhumah 14 tahun. Mulai dari sekolah, sampai satu tempat kerja. Yang kami curigai itu, dia (mantan pacar) selalu aniaya almarhumah dan bahkan kami suda sering nasihati almarhumah.

Tapi justru hubungan kami renggang dengan almarhumah, yang mungkin dipengaruhi oleh dia (yang dicurigai). Sangat besar sekali kecurigaanku sama dia. Kalau yang satunya itu, kami curigai juga tapi tidak begitu besar kecurigaan kami dengan orang satunya itu," jelas sumber.

Adapun informasi mengenai pacar korban ada dua. Satu inisial IW (wiraswasta) warga Kota Palopo, dan satunya ADT, warga Kota Makassar, yang merupakan mantan karyawan diler pembiayaan bekerja sama Honda Sanggar Laut Palopo bagian survei lapangan. Dimana korban merupakan sales Honda Sanggar Laut Palopo. Sejak dikabarkan hilang pada (25/01/2024) tahun lalu, almarhumah tinggal sendiri di rumahnya, di Jl. Pongsimpin.

Sebelum dikabarkan hilang, sumber menyebut pada (24/01/2024) malam, itu masih sempat nongkrong didua lokasi berbeda bersama almarhumah.
Pertama di salah satu Cafe di Jl. Pongsimpin. Kemudian lokasi kedua, mereka nongkrong sambil makan durian di depan SMA N 3.

Kemudia, sekira pukul 23.00 Wita, sumber bersama salah seorang temannya mengantar almarhumah ke rumahnya. Rangka almarhumah yang ditemukan kondisi tinggal rangka, itu pertama kali ditemukan oleh Yotan (18) dan Okki (23) warga Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat KM 35.(ria/idr)

  • Bagikan

Exit mobile version