Ni’matullah Perlu Rangkul 16 DPC Pendukung IAS

  • Bagikan

* DPC Torut Sebut Musda hanya Formalitas, DPP Pertimbangkan Tarik IAS ke Pusat

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, PALOPO — Ni’matullah Rahim Bone kembali melanjutkan kepemimpinannya menjadi Ketua DPD Demokrat Sulsel, setelah mendapat mandat dari DPP. Hal ini pun mengakhiri persaingan Ni’matullah dengan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Ulla sapaannya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan melanjutkan kepemimpinan.

“Saya sampaikan terimakasih banyak atas dukungan dan doanya kepada saya selama ini. Salam hormat saya,” katanya. Penetapan Ni’matullah ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tana Toraja mengucapkan selamat.

Pengurus DPC Tana Toraja juga mengapresiasi keputusan DPP Demokrat di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Selamat kepada Bapak Ni’matullah yang diamanahkan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel. Sebagai kader, kami mengapresiasi DPP Demokrat dalam hal ini ketum AHY atas keputusan yang diambil setelah berapa bulan kosong,” ungkap Ketua Bappilu DPC Demokrat Tana Toraja, Kristian HP Lambe.

Kristian berharap, Ni’matullah segera merangkul 16 DPC yang berada pada gerbong IAS. Selain itu, segera melakukan rekonsialisasi dan kolaborasi untuk membesarkan Partai Demokrat ke depan.

“Hari ini kami sudah memiliki Ketua DPD untuk mempersiapkan tahapan verifikasi parpol menjelang Pemilu 2024,” ujarnya. Sebelumnya, dalam arena musda, IAS meraih 16 suara dewan pimpinan cabang (DPC). Sementara Ni’matullah meraih sembilan suara.

16 DPC yang mendukung IAS yakni Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Wajo Soppeng, Luwu, Luwu Utara, Palopo, Toraja Utara, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai. Sementara 6 DPC pendukung Ni’matullah yakni Makassar, Tana Toraja, Selayar, Enrekang, Luwu Timur, dan Bone.

DPC Kecewa

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Toraja Utara, Hatsen Bangri menyayangkan atas terpilihnya kembali Ni’matullah Rahim Bone untuk kembali menahkodai Partai Demokrat Sulsel. Padahal ia hanya didukung 8 DPC.

Kekecewaan tersebut, lantaran Calon ketua Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang didukung 16 DPC malah diabaikan DPP. “Dengan kemenangan IAS 8 suara harusnya dia yang terpilih, tapi kenapa DPP bisa memenangkan Ni’matulla yang hanya mendapat suara 8. Sementara Partai Demokrat (PD) adalah partai besar yang harus memenangkan Pak IAS dengan dukungan suara 16 ketua DPC memilih beliau,” kata Hatsen, Kamis 31 Maret 2022.

Hatsen menilai, Musda Partai Demokrat (PD) Sulsel tidak ada gunanya, hanya formalitas. Karena setelah keluar SK, suara yang hanya 8 DPC bisa dimenangkan.

“Kami 16 DPC memilih Pak IAS, karena beliau siap jadi Calon Gubernur Sulsel Tahun 2024, sementara ketua yang terpilih Ni’matullah tidak mungkin bisa jadi cagub. Artinya Partai Demokrat (PD) nantinya hanya bisa mengusung cagub dari partai lain, padahal punya kader potensial untuk maju,” ungkap Hatsen dengan sangat kecewa.

Masih kata Hatsen, Demokrat Torut mendukung IAS, karena sudah berjanji menyiapkan kantor DPD yang megah di Jl Penghibur Pantai Losari.

Juga berjanji untuk membayar uang saksi pada pemilihan legislatif 2024. “Jadi sangat luar biasa apa yang akan dilakukan Pak IAS seandainya terpilih sebagai ketua,” jelas mantan Anggota DPRD Torut ini.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat di Tana Luwu yang coba dihubungi Palopo Pos enggan untuk berkomentar. Sebelumnya diberitakan, tanggapan Ilham Arief Sirajuddin, kalau inilah realitas yang harus selalu bisa diterima sebagai seorang politisi. “Saya bisa menerima ini dan sedang dalam proses menimbang beberapa hal terkait langkah politik pribadi saya ke depan,” ungkapnya.

Inilah realitas yang harus selalu bisa diterima sebagai seorang politisi. Saya bisa menerima ini dan sedang dalam proses menimbang beberapa hal terkait langkah politik pribadi saya ke depan.

Saya menghargai keputusan DPP sebagai keputusan organisasi di mana saya sedang berkecimpung di dalamnya saat ini. Saya berterima kasih sekaligus memohon maaf kepada seluruh rekan yang sudah bersama berjuang, terutama kepada 16 DPC yang sudah mendukung saya sekaligus menolak LPj kepengurusan periode kepengurusan DPD Demokrat yang lalu.

Sesungguhnya tentang perjuangan ini, tidak pernah ada yang sia-sia. Karena kita benar-benar memahami apa yang kota perjuangan untuk kebaikan partai ini.

Sementara itu, Ketua Bappilu DPP Demokrat, Andi Arief, menyampaikan IAS merupakan sosok yang mempunyai pengaruh kuat di Sulawesi, khususnya Sulsel. Olehnya itu, DPP Demokrat menaruh harap agar mantan Wali Kota Makassar itu bisa berkiprah di partai berlambang mercy pada jenjang lebih tinggi.

“IAS merupakan sosok yang punya pengaruh kuat. Beliau merupakan tokoh yang bisa menutupi kebutuhan politik Demokrat tingkat regional,” ucap Andi Arief.

Informasi yang dihimpun awak media, pasca-keputusan DPP menetapkan Ulla sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel, IAS diberikan dua opsi. Pertama, tetap menjadi bagian struktur di daerah alias tetap di Demokrat Sulsel. Kedua, ditarik ke pusat alias DPP.(alb/idr)

  • Bagikan