Tiga Pasangan Capres Disurvei, Ganjar-Erick, Prabowo-Puan, dan Anies-AHY, Hasilnya?

  • Bagikan
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. --net--

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pemilihan presiden 2024 mendatang kini makin menghangat. Untuk mengukur tingkat elektabilitas, beberapa lembaga survei pun menguatak atik para tokoh yang disebut-sebut bakal bersaing menuju kursi 01 RI.

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sering disebut sejumlah lembaga survei memiliki eletabilitas tertinggi dibanding tokoh lainnya.

Kali ini, hasil lembaga survei Poltracking Indonesia, menunjukkan pasangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir menduduki posisi puncak.

Pasangan Ganjar dan Erick Thohir memiliki elektabilitas sebagai capres dan cawapres paling tinggi daripada pasangan lainnya.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda A.R mengatakan, bahwa pihaknya melakukan kombinasi figur untuk pertarungan capres dan cawapres pada tahun 2024 dengan tiga kandidat pilihan.

Ia menyebutkan pasangan pertama adalah Ganjar Pranowo-Erick Thohir, Prabowo Subianto-Puan Maharani, dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Dalam simulasi tiga pasangan capres dan cawapres, Ganjar-Erick memperoleh angka elektabilitas 27,6 persen, Prabowo-Puan 20,7 persen, dan Anies-AHY 17,9 persen," ujar Hanta.

Berikutnya, kata dia, ada simulasi pasangan capres/cawapres pada Pemilu 2024 Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno, Prabowo Subianto-Erick Thohir, dan Anies Baswedan-Puan Maharani.

Dalam simulasi ini, menurut dia, Ganjar-Sandi memperoleh angka elektabilitas 26,7 persen, Prabowo-Erick 22,5 persen, dan Anies-Puan 12,2 persen.

Simulasi ketiga, lanjut Hanta, pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir, Prabowo Subianto-Puan Maharani, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pada simulasi ini, Ganjar-Erick 26,4 persen, Prabowo-Puan 19,8 persen, dan Anies-Sandi 18,9 persen.

Menurut Hanta, hasil survei tersebut merupakan peta elektoral terbaru saat pengambilan survei, mengingat pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 masih relatif cukup lama.

"Oleh karena itu, sangat mungkin terjadi berbagai dinamika, peristiwa, dan momentum politik yang berpotensi mengubah peta politik elektoral ke depan," ujarnya.

Survei Poltracking itu pada tanggal 16-22 Mei 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden dan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode survei yang digunakan ialah multistage random sampling lewat wawancara tatap muka secara langsung dengan responden terpilih. (*/pp)

  • Bagikan