Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Dijadwalkan Hadiri Pasar Murah Pekan Ini di Palopo, Bulog Gandeng Dinas Ketapang Palopo, Ini Jadwalnya

  • Bagikan
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, PALOPO-- Bulog Palopo menggandeng Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Palopo berencana melakukan Gerakan Pasar Murah (GPM) selama dua hari.
Lokasi GPM ini akan dilaksanakan di kantor Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

Terkait kegiatan itu, Kepala Perum Bulog Palopo, Mohammad Junaedy yang dikonfirmasi, Selasa, 10 Oktober. Ia, menjelaskan, bahwa rencana tersebut seharusnya telah dimulai pada (09-10/10/2013), akan tetapi Dinas Ketapang Palopo berencana menghadirkan Pj Gubernur Sulsel dalam kegiatan tersebut.

"Kemarin kan kami bersama Dinas Ketapang sudah mengatur waktu untuk GPM ini. Namun diundur karena rencananya akan dihadari Pj Gubernur Sulsel. Informasi yang saya terima, surat undangan ke Pj Gubernur Sulsel sudah dikirim pihak Dinas Ketapang. Jadi giat GPM Bulog bersama Dinas Ketapang di Kecamatan Wara Timur yang insya Allah akan berlangsung selama dua hari mulai pada (13/10/2023) hingga (14/10/2023) itu, rencananya akan dihadiri pak Pj Gubernur Sulsel," kata Mohammad Junaedy.

Mohammad Junaedy (Kepala Perum Bulog Palopo)

Sebagai persiapan GPM nanti, lanjut Mohammad Junaedy, pihaknya telah menyediakan tiga jenis bahan pokok (Bapok) yang diantaranya, ada beras SPHP jenis medium sebanyak 15 Ton, minyak goreng 3 ribu Liter, dan gula sebanyak 1 Ton.

"Beras SPHP sebanyak 15 Ton ini sudah dikemas dalam kemasan 5 Kg dengan Rp53 ribu per kemasan. Selain beras medium yang disubsidi pemerintah itu, ada juga beras premum dengan kemasan sama dengan harga Rp62.500. Sedangkan untuk minyak goreng yang juga sudah dikemas dalam dua kemasan berbeda yakni kemasan kemasan 1 Liter seharga Rp14 dan kemasan 5 Liter dalam jerigen Rp85 ribu. Terakhir yang telah dikemas 1 Kg dihargai Rp14.500," kata Mohammad Junaedy.

Tujuan dan target yang ingin dicapai dengan kegiatan ini, lanjutnya. Yakni salah satu langka intervensi terhadap lonjakan harga di pasar akibat musim kemarau yang merata terjadi di sejumlah daerah saat ini.

"Kita tahu saat ini terjadi musim kemarau, dan ada beberapa wilayah yang dilaporkan terjadi gagal panen. Sehingga berdampak pada lonjakan kenaikan harga sebagian bahan poko di pasar seperti beras. Nah, untuk itu, kegiatan ini diharap dapat menjadi solusi untuk menekan inflasi yang terjadi di pasar saat ini. Dan saya berharap dan tentunya kita semua, harga beras bisa turun kembali dengan harga normal. Karena khaususnya di Luwu Raya saat ini sedang panen raya," harapnya.(riawan)

  • Bagikan