Prof. Nilawati Uly Guru Besar Pertama Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat

  • Bagikan

Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si melakukan penyematan
samir Guru Besar Universitas Mega Buana Palopo kepada Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S. Si, Apt, M.Kes, CIPA.
pada sidang senat akademik dalam rangka Orasi Ilmiah Guru Besar/Profesor yang berlangsung, Sabtu 11 Mei 2024 di Mega Buana Tower, Kampus 2 Universitas Mega Buana Palopo. Prof Nilawati Uly adalah Profesor Pertama Dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat di Wilayah Tana Luwu dan Tana Toraja. --hms umb--

Orasi Ilmiah Disaksikan Guru Besar FKM dan FK Unhas serta Ketua Asosiasi Profesor Indonesia

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, PALOPO--

Sejumlah guru besar hadir menyaksikan langsung orasi ilmiah Prof.DR. Hj Nilawati Uly,S.Si, Apt, M,Kes, CIPA. yang berjudul “Optimalisasi Self-Behavior dalam Manajemen Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2, yang berlangsung di Mega Buana Tower, Kampus 2 Universitas Mega Buana Palopo, Sabtu 11 Mei 2024.

Para guru besar yang hadir di kegiatan yang berlangsung Khidmat ini yakni Ketua Asosiasi Profesor Indonesia, Prof.Dr.Ir. H.Ari Purbayanto (Ketua Asosiasi Profesir Indonesia), Prof. Dr. E.S Margianti (Rektor Universitas Guna Darma), Prof Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes.,Ph.D, (Dekan FKM Unhas), Prof. Dr. dr. Hj. Haerani Rasyid, Sp.PD.KGH,Sp.GK (K) (Dekan FK Unhas), Prof.dr.Agusalim Bukhari (Wakil Dekan 1 FK UH), Prof. Dr. H. Darmawansyah, (Wakil Dekan Sekolah Pasca Sarjana Unhas), Prof. Dr. Andi Niartiningsih dan Prof. Dr. drg. Andi Zulkifli (Anggota Majelis Waliamanat Unhas), Prof. Dr.Masni, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, Prof.Dr. Suria, Prof. Dr. Eliza Meiyani, M.Si., Prof. Dr. Muh Ilyas, M.Pd. dan Guru lainnya.

Pelaksanaan Orasi Ilmiah dan Penyematan samir guru besar ini mengukuhkan pangkat akademik tertinggi Profesor resmi disandang Hj Nilawati Uly, gelar itu juga mengukuhkannya sebagai guru besar pertama dalam bidang ilmu Kesehatan Masyarakat diluar Kota Makassar dan menjadi guru besar pertama dari Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo di Universitas Mega Buana Palopo.

Prof Nilawati Uly mantap menyampaikan orasi ilmiahnya yang berlangsung kurang lebih 30 menit. Salah satu poin orasi ilmiahnya, yakni diabetes hingga menyebabkan komplikasi itu tidak hanya cukup dengan pengobatan, namun terdapat aspek lain seperti komunikasi dan pemberian edukasi.

Dalam pemaparannya, model ini telah diuji dan dinyatakan bahwa indikator tersebut mempunyai kontribusi yang besar dalam penentuan self behavior penderita DM type 2, yaitu pengaruh faktor pengetahuan, efikasi diri, motivasi, dan dukungan sosial dari keluarga serta tenaga Kesehatan.

Terdapat sejumlah poin yang disambut baik oleh Asisten II Pemkot Palopo, Ilham Hamid saat menyampaikan sambutan. Ia mengharapkan poin-poin tersebut menjadi catatan bagi Pemerintah Kota Palopo, khususnya Dinas Kesehatan.

"Saya mendengar tadi di orasi ilmiahnya ada rekomendasi yang ditawarkan. Saya mohon kepada Dinas Kesehatan agar bisa berkolaborasi terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas di pemerintah," ucap Ilham Hamid merespon Orasi Ilmiah Prof Nilawati.

Ia juga menyampaikan dengan dikukuhkannya Prof Nila menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Palopo.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Dr dr Andi Lukman, M.Si dalam sambutannya mengatakan pencapaian gelar pangkat akademik oleh Rektor UMB palopo adalah hal yang pantas.

"Dengan adanya penganugerahan guru besar ini, selaku pribadi turut berbangga, memang Prof nilawati sangat pantas untuk mendapatkan guru besar,"katanya. Itu melihat dari sejumlah karya nyata yang dilakukannya. "Banyak penghargaan yang diberikan kepada UMB Palopo berkat sistem yang dibangun oleh Prof Nilawati Uly,"ucapnya.

Ditambahkan, mencapai pangkat akademik tertinggi ini tentu bukanlah hal yang mudah. Di samping ia juga menjadi seorang leader di perguruan tinggi tentunya membutuhkan sebuah kolaborasi, "Karena dalam perjalanan karir seorang guru besar sangat ditentukan oleh bagaimana terjalin kolaborasi, dan saya tahu bagaimana Prof Nila menjalin kolaborasi itu," ungkapnya.

Namun ia berharap, agar Prof Nila bisa melahirkan banyak guru besar lainnya. "Target seorang guru besar itu minimal bisa melahirkan guru besar lainnya. Untuk itu kepada calon- calon guru besar agar bisa mengikuti jejak Prof Nilawati," sebutnya. Bagaimana menjadi seorang pribadi yang betul-betul bisa merencanakan diri kita sebagai dosen dan menjadi guru besar nantinya. Disamping itu ia berharap kepada Prof Nila agar tidak berhenti berkreativitas dan berinovasi. "Jangan sampai karya ilmiahnya berhenti, inovasinya lambat," harapnya.

Sementara itu Prof Nilawati Uly usai menyampaikan orasinya menyampaikan banyak terima kasih kepada sejumlah pihak yang turut mendukungnya hingga mencapai titik ini. Terutama dari keluarga besar, suami, orang tua, adik, kerabat, tim kerja di UMB Palopo.

"Saya menyadari bahwa capaian ini tidak lepas dari bantuan serta doa dan dukungan dari berbagai pihak. melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Menteri Pendidikan RI, Bapak Nadiem Makarim yang memberikan kepercayaan kepada saya memangku jabatan akademik, terima kasih juga saya sampaikan kepada guru saya di SDN 253 Sabbamparu, para guru saya di SMPN 2 Palopo, guru saya di SMF Yamasi Makassar, guru saya di Akademi Farmasi Depkes Makassar, guru saya di Mulai dari S1, S2 hingga S3, serta para pembimbing saya di S3," ucapnya.

Di akhir orasinya, Prof Dr Hj. Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, CIPA mengutip sebuah penyemangat dari sosok sang ayah, H Piter Sampe dan Hj Rosmawati Uly yang mengajarkannya tentang kesederhanaan dan tanggung jawab, "Bahwa Pendidikan Adalah Warisan paling berharga yang tidak akan pernah hilang selama kita masih hidup," katanya.

Selain para guru besar yang hadir menyaksikan orasi ilmiah juga hadir sejumlah pejabat dan sejumlah Ketua organisasi profesi yakni, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si, Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM., MH, Kadis Kesehatan Prov Asisten II Pemkot Palopo, Ilham Hamid, Perwakilan Polres Palopo, drg. Andi Murniati, M.Kes, Ketua PDGI, Agus Setiawan, S.Kp, MN, DN, Ketua AIPNI Pusat, para dosen, keluarga dan kerabat Prof.DR. Hj Nilawati Uly,S.Si, Apt, M,Kes, CIPA.

Sementara dari Perguruan Tinggi diantaranya, Dr. Risma Sudirman, SE., MSA., CSRS., CSP., CRMP dari UM Palopo, Dr. Ir. Irman Halid, ST., M.Si perwakilan Unanda Palopo, Tanwir Djafar, SKM., M.Kes dari Aptisi, Dr. Nurhikma, S.ST.,M.Kes Ketua Stikes Garaha Edukasi, Dr. Hendra Kusumajaya, Rektor Institut Citra Internasional Bangka Belitung, Dr. Mulyadi Hamid Rektor Universitas Fajar, Rektor Institut Nobel Dr. Badaruddin, Direktur Politeknik LP3i, Ketua STIKes Graha Edukasi Dr. Hikmawati, Rektor UNIPOL Soppeng Dr. Andi Adawiah, Dr. Muhammad Tahir, SKM., M.Kes, Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Ketua STISIP Veteran Palopo, Dr. Agustina Palamba, S.Kep., Ns., M.Kes (Ketua STIKES Luwu Raya), Dr Suaedi (Ketua Politeknik ATI Dewantara Palopo), Hadijah, S.ST., M.Kes (Ketua STIKES Datu Kamanre) Dr. dr. Pramesti Dewi, M. Kes, (Rektor Universitas Harapan Bangsa), Dr. Yadi Fakhruzein Terang Jaya, SE, MM, H. Kemal Eden Abubakar, SE., MM (Akademi Maritim) dan Nur. Ilman, ST. MT (Amik Ibnu Khaldun), Kisdwiantoro dari Yayasan Universitas Almarisah Madani, Ady Sumady, ST, MM serta Yayasan Institut Turatea Jeneponto.(*/pp)

  • Bagikan