Sah…Biaya Haji Tahun Ini Sebesar Rp39,8 Juta

  • Bagikan
  • Indonesia Dapat Kuota 106.000 Jemaah

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR RI menyepakati biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2022
sebesar Rp39,8 juta per calon jemaah.
Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Kerja antara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Komisi VIII DPR di Kompleks MPR/DPR,
Senayan Jakarta, Rabu (13/4) malam.
“Di mana secara tegas tadi dikatakan pak menteri sepakat hasil panja. Bahwa BPIH tahun ini yang dibayar langsung oleh jemaah sebesar
Rp39.886.009. Tapi tak ada pembebanan 1 rupiah kepada jemaah haji,” kata Ketua DPR RI Yandri Susanto membacakan kesimpulannya.
Artinya, ongkos haji pada tahun ini naik dibandingkan 2018 sampai 2020 lalu yang ditetapkan sebesar Rp35 juta.
Meski terjadi kenaikan, Yandri memastikan biaya haji tambahan ini tidak dibebankan kepada calon jemaah haji.
Nantinya, tambahan biaya jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M dibebankan kepada alokasi virtual account yang telah dimiliki
para calon jemaah haji tahun 2020 yang selama ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI.
Penetapan biaya ini menggunakan asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH sebanyak
110.500 jemaah atau sebanyak 50 persen dari kuota haji tahun 2019.
Rinciannya, kuota untuk jemaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang.
Nantinya, para calon jemaah haji akan tinggal selama 41 hari di Arab Saudi. Salah satu pelayanan yangditingkatkan, yaitu layanan
peningkatan volume makan jemaah haji di Mekkah dan Madinah dari dua kali per hari menjadi tiga kali per hari.

Kuota
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan kuota haji Indonesia 2022 sebanyak 50 persen atau sekitar 104.000-106.000
jemaah haji yang akan berangkat tahun ini.
Yandri mengatakan bakal melakukan rapat dengan Kementerian Agama (Kemenag) malam ini untuk menentukan kesepakatan antara
pemerintah dengan DPR tentang keputusan strategis terkait pemberangkatan ibadah haji.
“Walaupun belum ada secara resmi tapi secara informal berdasarkan diskusi, Insyallah kita mendapatkan 50 persen dari kuota awal kita
sekitar 48-50 persen jadi sekitar 104 ribu – 106 ribu itu kira-kira lebih kurang seperti itu,” kata Yandri di Senayan, Jakarta Pusat, dilansir
idntime pada Rabu (13/4/2022).(idr)

  • Bagikan