Bulog Siapkan Beras 15 Ton, Minyak Goreng 3 Ribu Liter, dan Gula Pasir Satu Ton

  • Bagikan
ILUSTRASI FOTO BERAS BULOG

Kacab Bulog: Masyarakat Bisa Beli Sampai Tiga Paket Tiap Jenis Bapok

PALOPO -- Gerakan Pasar Murah (GPM) yang diselenggarakan Bulog Palopo bersama Pemerintah Kota Palopo di kantor Kecamatan Wara Timur selama dua pekan ini, persiapannya telah dirampungkan.

Seperti diungkap Kepala Cabang Bulog Palopo, Mohammad Junaedy, yang dikonfirmasi, Kamis, 12 Oktober 2023.
Kata Mohammad Junaedy, pihaknya telah melakukan pengemasan paket yang akan dibawa ke lokasi GPM di kantor Wara Timur.

Kemudian ia juga menginformasikan, untuk kegiatan GPM ini, masyarakat boleh belanja hingga beberapa item bahan pokok yang disediakan. Namun tidak untuk dijual kembali.

"Kegiatan GPM ini umum bagi masyarakat. Dan untuk mekanismenya seperti belanja, kami bersama pemerintah Kota Palopo, akan mengkondisikan berapa jumlah paket yang bisa dibawa pulang oleh masyarakat yang datang di lokasi. Contoh beras, bisa tiga sampai 15 Kg yang dipaket dalam karung kecil kemasan 5 Kg. Begitupun dengan yang lainnya. Tapi hal itu kami serahkan ke Dinas Ketahanan Pangan, karena mereka pasti lebih tahu mana masyarakat umum,"kata Mohammad Junaedy.
Untuk kegiatan GPM ini, rencana dihadiri, PJ Walikota Palopo.

"Info ynag kami dapat, PJ Walikota Palopo akan hadir. Namun untuk PJ Gubernur Sulsel, kami belum dapat info. Untuk masyarakat yang mungkin belum dapat di hari pertama, jangan khawatir karena kegiatan akan berlangsung selama dua hari," katanya.

Dilansir dari berita sebelumnya, sebagai persiapan GPM nanti, lanjut Mohammad Junaedy, pihaknya telah menyediakan tiga jenis bahan pokok (Bapok) yang diantaranya, ada beras SPHP jenis medium sebanyak 15 Ton, minyak goreng 3 ribu Liter, dan gula sebanyak 1 Ton.

"Beras SPHP sebanyak 15 Ton ini sudah dikemas dalam kemasan 5 Kg dengan Rp53 ribu per kemasan. Selain beras medium yang disubsidi pemerintah itu, ada juga beras premum dengan kemasan sama dengan harga Rp62.500. Sedangkan untuk minyak goreng yang juga sudah dikemas dalam dua kemasan berbeda yakni kemasan kemasan 1 Liter seharga Rp14 dan kemasan 5 Liter dalam jerigen Rp85 ribu. Terakhir yang telah dikemas 1 Kg dihargai Rp14.500,"kata Mohammad Junaedy.

Tujuan dan target yang ingin dicapai dengan kegiatan ini, lanjutnta. Yakni salah satu langka intervensi terhadap lonjakan harga di pasar akibat musim kemarau yang merata terjadi di sejumlah daerah saat ini.
"Kita tahu saat ini terjadi musim kemarau, dan ada beberapa wilayah yang dilaporkan terjadi gagal panen.

Sehingga berdampak pada lonjakan kenaikan harga sebagian bahan poko di pasar seperti beras. Nah, untuk itu, kegiatan ini diharap dapat menjadi solusi untuk menekan inflasi yang terjadi di pasar saat ini. Dan saya berharap dan tentunya kita semua, harga beras bisa turun kembali dengan harga normal. Karena khaususnya di Luwu Raya saat ini sedang panen raya," harapnya. (ria/idr)

  • Bagikan