Drainase Rusak Akibat Galian Pipa PDAM, Warga Mulyasri dan Bangun Jaya Tuntut Kontraktor

  • Bagikan
--ilustrasi--

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, TOMONI-- Bangunan drainase dan proteksi di Desa Mulyasri dan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tomoni mengalami kerusakan parah akibat pekerjaan galian pipa yang dilakukan kontraktor proyek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Proyek yang membentang sekitar 4 kilometer ini menimbulkan kerusakan struktur penting di sepanjang jalur proyek.

Pekerjaan galian pipa, melibatkan alat berat excavator, menyebabkan kerusakan serius pada drainase dan proteksi sepanjang jalur proyek.

Warga setempat mengungkapkan bahwa selama pekerjaan berlangsung, mereka sempat menegur para pekerja terkait metode penggalian yang merusak infrastruktur sekitar.

“Banyak bangunan drainase dan proteksi yang hancur karena galian pipa menggunakan alat berat excavator. Kami sudah tegur mengapa tidak menggunakan metode manual, tapi mereka mengatakan sedang terburu-buru dan berjanji akan memperbaiki kembali,” ungkap Pujianto, seorang warga, kepada Palopo Pos, Rabu 13 Desember 2023.

Proyek pipa PDAM, yang seharusnya memberikan manfaat, malah meninggalkan kerusakan di sepanjang jalurnya.

Warga yang merasa kecewa dengan janji perbaikan yang belum terealisasi bahkan mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki drainase di depan rumah mereka yang rusak akibat galian pipa.

“Hingga saat ini, belum ada yang diperbaiki kecuali yang bekas galian yang memotong aspal dekat pengairan. Masyarakat justru yang perbaiki sendiri rusak di depan rumah masing-masing,” tambah Pujianto.

Masyarakat setempat menuntut agar kontraktor proyek pipa PDAM bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan dan segera melakukan perbaikan pada drainase dan proteksi yang rusak, mulai dari Desa Mulyasri hingga batas Desa Bangun Jaya dan Desa Purwosari.

Aksi keras warga ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar dan menekankan pentingnya tanggung jawab korporatif dalam proyek-proyek infrastruktur.(abdul karim)

  • Bagikan