Waspada! DBD Menyerang, Sudah Ratusan Terjangkit di Palopo, Ini yang Dilakukan Dinkes

  • Bagikan

--ilustrasi--

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, PALOPO-- Masyarakat Kota Palopo harus waspada. Karena, peralihan musim kemarau ke musim hujan berpotensi banyaknya genangan dan tampungan air yang tak habis-habis. Sehingga, mudah untuk berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Palopo gencar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
dan mengimbau kepada masyarakat untuk rajin membersihkan lingkungannya.

Aksi dari Dinkes Palopo yang melakukan PSN. --ist---

Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Palopo, San Ashari mengatakan saat ini, Dinkes Palopo rutin melakukan PSN di wilayah kerja PKM di kota ini.

''Untuk hari ini (kemarin) lokus kegiatan dilakukan di Kelurahan Ponjalae dan Kelurahan Pontap,'' jelas San Ashari, Selasa, 7 November 2023 lalu.

PSN dilakukan, sebutnya untuk memberantas sarang nyamuk untuk mencegah kasus DBD, juga dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59.

Adapun penderita DBD di Kota Palopo hingga saat ini, sebut San berjumlah 111 orang, dimana laki-laki 48 orang dan perempuan 63 orang.

''Total penderita 111 orang ini tersebar di 8 kecamatan, minus Kecamatan Sendana yang zero DBD,'' sebutnya usai bakti sosial (Baksos) PSN.

Menurut San, cuaca seperti ini sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk. Tentu masyarakat harus peka dengan lingkungan sekitar.

“PSN dapat dilakukan dengan 3M Plus. 3M yakni menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampung air lemari es; menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum dan kendi; memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah,” paparnya.

Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dan lainnya. (rachmy yusuf)

Penyebaran Kecamatan yang terkena DBD

  1. Kec Wara : 23 Penderita
  2. Kec Wara Timur : 23 Penderita
  3. Kec Wara Utara : 9 Penderita
  4. Kec Wara Selatan : 8 Penderita
  5. Kec Wara Barat : 16 Penderita
  6. Kec Mungkajang : 8 Penderita
  7. Kec Sendana : 0 Penderita
  8. Kec Telluwanua : 2 Penderita
  9. Kec Bara : 22 Penderita
  • Sumber: Dinkes Palopo. (*)
  • Bagikan