Ketua FPE KSBSI Abd Kadir Nongko: Sulsel Butuh Pemimpin Matang Sekelas IAS

  • Bagikan

Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Ketua DPC Federasi Pertambangan dan Energi, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI) Kab Wajo, Abd Kadir Nongko.--ist--

PALOPOPOS.FAJAR.CO.ID, WAJO-- Sambutan hangat terkait kesiapan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menatap pilgub Sulsel November 2024 mendatang seperti tidak ada habisnya.

Yang teranyar, datang dari Ketua DPC Federasi Pertambangan dan Energi, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI) Kab Wajo, Abd Kadir Nongko. Pejuang buruh Sulsel itu mengaku sosok yang dikenal luas dengan tagline GubernurKu itu sangat pas memimpin Sulsel.

"Ini bukan mengada-ada. Tapi lahir dari pengamatan panjang saya soal figur-figur yang saat ini tersedia untuk memimpin Sulsel ke depan. IAS yang paling pas memimpin Sulsel saat ini," ujar Kadir kepada wartawan, di Wajo, Jumat, 12 April 2024.

Kadir menyebut, sosok IAS paling matang dengan segala sepak terjang dan karyanya di kancah politik Sulsel.

"Sulsel ini butuh pemimpin matang. Bukan karbitan. Menapaki banyak jenjang sebelum akhirnya memutuskan maju kembali ke pilgub Sulsel," ujar Kadir lagi.

Kematangan seorang pemimpin dibutuhkan untuk memimpin Sulsel dengan segala tantangannya ke depan.

Sulsel memiliki keragaman suku, agama dan ras. Suku yang memiliki aneka latar belakang budaya serta agama yang dihuni berbagai kelompok dan aliran.

Latar belakang ini menuntut pemimpin Sulsel ke depan harus bisa berdiri di atas semua golongan. Kemampuan itu sudah dibuktikan IAS ketika memimpin Makassar periode 2004-2014 lalu.

"Mungkin masyarakat Sulsel sudah sempat merasakan dipimpin banyak model gubernur. Mungkin termasuk ada yang di antara mereka yang kurang matang, sehingga tampil sebagai pemimpin satu kelompok atau golongan saja," ujar Kadir.

Kematangan IAS terbukti bukan hanya di ranah eksekutif dan birokrasi.

Di jalur politik, sosok yang saat ini dijuluki Bapak Pembangunan Kota Makassar itu kenyang dengan deretan jabatan kepemimpinan. Misalnya pernah memimpin organisasi pemuda besar seperti AMPI Sulsel. Pernah menjadi Ketua DPD I Golkar Sulsel maupun Ketua DPD Demokrat Sulsel. Kesuksesan IAS sebagai wali kota juga tidak terlepas dari pengalaman IAS yang juga sempat duduk sebagai anggota DPRD Sulsel (1999).

Deretan prestasi sebagai wali kota juga banyak mencatatkan sejarah.
IAS wali kota Makassar 2004-2014 dengan taburan prestasi menonjol. Pernah mengantar pertumbuhan ekonomi Makassar menyentuh angka dua digit (11%) di tahun 2013, mengalahkan Tiongkok.

IAS juga sempat masuk nominasi wali kota terbaik dunia 2014 versi worldmayor.com, bersama wali kota Bandung Ridwan Kamil dan wali kota Surabaya Tri Rismahirini. Mereka dinominasikan sebagai wakil dari benua Asia ketika itu.

Bukan itu saja, IAS sempat dinobatkan sebagai 10 Tokoh TEMPO 2008 bersama 9 kepala daerah lainnya. Itu tidak lepas dari keberhasilan sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan Kota Makassar itu menyulap lapangan Karebosi menjadi lapangan sepak bola pertama di Indonesia yang memiliki basement pusat perbelanjaan modern. Dan itu tanpa mengganggu APBD sama sekali.

Kesuksesan serupa juga IAS tunjukkan saat sukses merevitalisasi Pantai Losari menjadi ikon kota Makassar. Lagi-lagi tanpa mengganggu APBD. (*/pp)

  • Bagikan